Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Urbanisasi Tinggi Disebabkan Sektor Pertanian Masih Terpuruk

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya tingkat urbanisasi Jakarta disebabkan dampak dari belum majunya sektor pertanian dalam negeri, sehingga perlu ada upaya peningkatan produktivitas atau modernisasi dari sektor pertanian.

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya tingkat urbanisasi Jakarta disebabkan dampak dari belum majunya sektor pertanian dalam negeri, sehingga perlu ada upaya peningkatan produktivitas atau modernisasi dari sektor pertanian.

“Perlu ada peningkatan produktivitas di sektor pertanian agar upah petani dapat ikut naik. Salah satunya adalah dengan melakukan modernisasi pertanian,” ujar Chatib Basri, Menteri Keuangan, Selasa (13/08/2013).

Dia menjelaskan fenomena urbanisasi tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga terjadi di seluruh belahan dunia, sehingga menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Dalam pengembangan ekonomi (economic development), lanjutnya, isu urbanisasi selalu menjadi pembahasan.

Menurutnya, terjadinya urbanisasi disebabkan adanya perbedaan tingkat upah, apalagi para pekerja di sektor pertanian mencapai 40% dari total tenaga kerja Indonesia. Di saat yang sama, nilai tambah (value added) sektor pertanian justru hanya sekitar 13%.

Di lain sisi, persentase pekerja pabrik sebanyak 15% dari total tenaga kerja, dengan nilai tambah mencapai 30%. Alhasil, daya tarik untuk bekerja sebagai pekerja industri atau pabrik sangat besar di kota-kota besar terutama Jakarta.

“Nilai tambah merupakan cerminan dari gaji pekerja. Oleh karena itu, perlu adanya modernisasi pertanian dengan meningkatkan infrastruktur, hingga teknologinya. Selain itu, harus dicari jalan juga agar work force pertanian lebih kecil,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper