Volume Naik, Nilai Ekspor Nonmigas Turun Akibat Harga Terkoreksi

Bisnis.com, JAKARTA - Keadaan perekonomian global masih menjadi batu sandungan bagi upaya peningkatan nilai ekspor pada sektor nonmigas Indonesia.
Rio Sandy Pradana | 02 Agustus 2013 19:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Keadaan perekonomian global masih menjadi batu sandungan bagi upaya peningkatan nilai ekspor pada sektor nonmigas Indonesia.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan sebenarnya ekspor sektor nonmigas pada semester I/2013 mengalami pertumbuhan dari sisi volume sebesar 17,8% secara year-on-year (y-o-y) menjadi 321,7 juta ton.

Namun, harga di pasar internasional yang belum stabil menyebabkan nilai ekspor mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 2,6% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi US$74,776 miliar.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah pada produk ekspor dan mencari pasar baru,” kata Gita dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (2/7/2013).

Dia menambahkan saat ini pelaku usaha tidak bisa terlalu bergantung pada pasar ekspor negara tradisional. Stagnansi perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa serta deselerasi negara di kawasan Asia menjadi penghambat pertumbuhan permintaan.

Gita menambahkan nilai pengapalan ke beberapa negara non tradisional memang sudah menunjukkan pertumbuhan, tetapi masih belum bisa menggantikan daya serap negara mitra dagang utama.

Berdasarkan data Kemendag nilai ekspor ke negara non tradisional sepanjang semester I mengalami pertumbuhan yang pesat. Nilai ekspor ke Myanmar tumbuh sebesar 81,7% dibandingkan dengan tahun lalu.

Adapun, pengapalan ke negara Afrika seperti Nigeria dan Algeria mencatatkan pertumbuhan hingga 34,6% dan 40,7%. Meskipun angka pertumbuhan signifikan, tetapi masih jauh dibandingkan nilai total ekspor ke negara tradisional.

“Perkembangan ekspor ke negara non tradisional ini butuh waktu lama. Namun, ada beberapa produk yang akan kami genjot pengapalannya seperti kendaraan bermotor dan mobil,” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, indonesia, non migas, non tradisional

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top