Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inaportnet, 4 Pelabuhan Terapkan Layanan Tunggal Elektronik

Bisnis.com, JAKARTA - Mulai September 2013, sistem dan prosedur pelayanan kapal dan barang antar pulau/domestik dengan pelayanan tunggal elektronik atau Inaportnet pada empat pelabuhan utama di Indonesia dengan melibatkan instansi terkait.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 22 Juli 2013  |  14:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Mulai September 2013, sistem dan prosedur pelayanan kapal dan barang antar pulau/domestik dengan pelayanan tunggal elektronik atau Inaportnet pada empat pelabuhan utama di Indonesia dengan melibatkan instansi terkait.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan sebelumnya sistem Inaportnet tersebut hanya diperuntukkan bagi prosedur pelayanan kapal dan barang rute internasional atau ekspor impor.

Pada tahap awal, kata dia, sistem ini sudah di uji coba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dan segera mengikuti di  Pelabuhan Makassar, Belawan Medan, dan Tanjung Perak Surabaya.

“Mininal ke empat pelabuhan itu dulu kita bikin inaportnet kapal domestik, kita siapkan segala sesuatunya, apalagi ke empat pelabuhan itu juga kan sebagai supporting pendulum nusantara,” ujar  Bambang kepada Bisnis disela-sela pemantauan langsung  uji coba inaportnet pelayanan kapal domestik di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini, Senin (22/7/2013).

Dia mengatakan arus barang yang diabongkar muat melalui kapal domestik di pelabuhan Tanjung Priok setiap tahunnya cukup besar, dengan perbandingan hampir menyamai volume kargo ekspor impor yang di layani di pelabuhan itu.

“Untuk memperlancar lalu lintas barang di pelabuhan Priok, saya rasa rute domestik juga perlu pengaturan dengan sistem inaportnet agar pelayanan kapal domestik lebih tertata,” paparnya.

Bambang mengatakan sistem tersebut nantinya diberlakukan secara nasional dan sebagai tahap uji coba saat ini di berlakukan di pelabuhan Priok. “Saya targetkan, September tahun ini sistem Inaportnet bagi kapal domestik  sudah bisa berjalan di empat pelabuhan itu, termasuk di Priok,” paparnya.

Dia menyebutkan implementasi sistem inaportnet pelayanan kapal domestik di Pelabuhan Priok sudah diperkuat melalui Keputusan  Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R.Mamahit  No: 008/41/9/DJPL-13, tanggal 24 Juni 2013  tentang Uji Coba Penerapan Inaportnet Pelayanan  Kapal Domestik di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R.Mamahit mengatakan, pengelola dan pengguna sistem inaportnet kapal domestik itu wajib melakukan pengamanan melalui manajemen dan operasional dibawah kendali otoritas pelabuhan.

Dia mengatakan pelaksanaan sistem itu di Priok dilakukan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok bekerjasama dengan PT Pelindo II dalam pembanguna, pengoperasian  dan pemeliharaan sistem tunggal elektronik tersebut.

Adapun istansi lain yang terlibat dalam implementasi sistem ini, ujar Bobby, al; Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan  Kelas I Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Pengamanan Hasil Perikanan Kelas I Jakarta, serta Kantor Imigrasi Tanjung Priok.

Bobby mengatakan, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sebagai penanggung jawab sekaligus kordinator pelaksanaan sistem dan prosedur serta  service level agrement (SLA)  Inaportnet pelayanan kapal domestik diharuskan  melakukan evaluasi dan  melaporkan  secara berkala kepada Dirjen Hubla  kemenhub.

“Laporan berkala itu juga ditembuskan kepada seluruh insntansi terkait dan pemangku kepentingan di pelabuhan Priok,”ujar dia.(K1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok makassar bongkar muat tanjung perak belawan inaportnet
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top