Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrikan Infus Asal Jerman Dukung BPJS

Bisnis.com, CIKAMPEK - Penerapan kebijakan pengelolaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh satu badan penyelenggaran mulai tahun depan mempengaruhi kebutuhan produk dan peralatan kesehatan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 Juli 2013  |  16:46 WIB

Bisnis.com, CIKAMPEK - Penerapan kebijakan pengelolaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh satu badan penyelenggaran mulai tahun depan mempengaruhi kebutuhan produk dan peralatan kesehatan.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Yusharmen D. mengatakan peningkatan kebutuhan harus diiringi perbaikan jaminan pasokan produk. Salah satu cara dengan mengundang investor swasta di bidang farmasi melakukan ekspansi bisnis di Indonesia.

"Ketika BPJS [Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial] diberlakukan harus ada kemampuan memenuhi kebutuhan produk kesehatan. Sehingga, pelayanan ke masyarakat ada kepastian pemenuhannya," katanya, Jumat (19/7/2013).

Salah satu produk kesehatan yang harus terjamin ketersediaan stoknya adalah cairan infus. Barang ini merupakan kebutuhan utama dalam proses perawatan dasar pasien.

Perusahaan farmasi asal Jerman melalui anak usahanya, PT B Braun Medical Indonesia, membawa angin segar terkait upaya pemenuhan kebutuhan infus dengan membangun pabrik cairan infus dan obat injeksi di Cikampek, Jawa Barat. Tahap konstruksi pabrik ditargetkan kelar dalam waktu 2 tahun ke depan.

"Kalau pabrik ini sudah berproduksi minimal kebutuhan untuk itu [cairan infus dan obat injeksi] lebih pasti daripada sebelumnya, kita selalu impor. Pabrik ini sangat mendukung program BPJS itu. Sebelum 2019 semua persiapan harus dapat terpenuhi," tutur Yusharmen di sela peresmian pemancangan tiang pertama pabrik itu.

Selama ini cairan-cairan infus maupun obat injeksi mayoritas berasal dari impor dari Amerika Serikat, Jerman, dan negara Asia lainnya. Dengan keberadaan pabrik Braun di Indonesia maka biaya pengadaan produk kesehatan itu diyakini bakal lebih efisien dan jaminan pasokan lebih jelas.

Infus merupakan produk yang sangat dibutuhkan mengingat dari total populasi masyarakat Indonesia sekitar 250 juta jiwa diperkirakan 30% diantaranya sakit atau sejumlah 75 juta jiwa. Sekitar 48% dari jumlah itu adalah kelompok yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebanyak 48% dari 75 juta jiwa ini setara dengan 36 juta jiwa inilah jumlah orang yang memerlukan penanganan sampai dirawat menggunakan infus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sjsn bpjs farmasi infus pt b braun medical indonesia
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top