Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rawan Gempa, 4 Pemkab di Sumbar Diminta Terbitkan Perda Bangunan Gedung

BISNIS.COM, JAKARTA—Empat pemerintah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat diminta segera menerbitkan Peraturan Daerah Bangunan Gedung, mengingat wilayah tersebut termasuk kelompok daerah rawan gempa di Indonesia.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 21 Juni 2013  |  11:29 WIB
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Empat pemerintah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat diminta segera menerbitkan Peraturan Daerah Bangunan Gedung, mengingat wilayah tersebut termasuk kelompok daerah rawan gempa di Indonesia.

Keempat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat, Pasaman, dan Kepulauan Mentawai.

Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat Suprapto menjelaskan Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia karena letaknya yang berada pada jalur patahan Semangko, tepat di antara pertemuan dua lempeng benua besar, yaitu Eurasia dan Indo-Australia.

Menurutnya, aspek teknis dalam pembangunan gedung sangat penting tertuang dalam perda bangunan gedung guna meminimalisir risiko bencana, khususnya gempa bumi.

“Dalam membangun sebuah gedung, baik penggunaannya untuk publik maupun pribadi, agar memperhatikan IMB dan memiliki SLF [sertifikat laik fungsi], supaya bangunan tersebut tahan dan ramah gempa,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2013).

Seperti yang diketahui, dua gempa bumi pernah menyerang Sumatera Barat di yakni Gempa bumi pada 30 September 2009 dan Gempa bumi Kepulauan Mentawai pada 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bumi sumatera barat
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top