Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HARGA GAS: Rusia Tambah Kapasitas, Jepang di Atas Angin

BISNIS.COM, TOKYO—Jepang, importir gas alam cair terbesar dunia, memiliki kesempatan terbaik untuk tawar-menawar harga yang lebih rendah karena produsen akan meningkatkan jumlah produksinya dengan skala yang besar, salah satu alasannya adalah Rusia.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 13 Juni 2013  |  23:00 WIB

BISNIS.COM, TOKYO—Jepang, importir gas alam cair terbesar dunia, memiliki kesempatan terbaik untuk tawar-menawar harga yang lebih rendah karena produsen akan meningkatkan jumlah produksinya dengan skala yang besar, salah satu alasannya adalah Rusia.

OAO Gazprom (GAZP), OAO Rosneft (ROSN) dan OAO Novatek (NVTK) berencana membangun lebih dari 50 juta ton kapasitas gas alam pada dekade berikutnya. Jumlah tersebut 58% dari catatan 86,9 juta ton pembelian Jepang pada tahun fiskal terakhir setelah bencana nuklir di Fukushima pada 2011.

Bahkan jika Rusia tidak membangun semua pembangkit tersebut, Jepang akan mulai mengimpor LNG dari Inpex Corp dengan proyek di Australia pada 2017 senilai US$34 miliar. Jepang, Korea Selatan dan China adalah tiga importir top gas alam cair dunia.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, kapasitas global LNG akan melompat ke 450 juta ton pada 2025 dari 296 juta ton. AS bisa memasok sebanyak 50 juta ton, atau sepertiga dari ekspansi itu.

Penasihat energi Wood Mackenzie Ltd mengatakan permintaan juga akan naik mencapai 440 juta ton pada 2025. Itulah mengapa proyek yang dimulai pada 2018-2022 akan menghadapi kesulitan dalam mencari konsumen. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang harga gas dunia oao gazprom oao rosneft oao novatek inpex corp lng rusia
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top