Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

SERTIFIKASI KAYU: Harga Mebel Melonjak 20%

BISNIS.COM, JAKARTA--Tingginya biaya yang harus dikeluarkan pengusaha untuk mendapatkan sertifikasi melalui sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) akan berdampak pada kenaikan harga produk kayu seperti mebel hingga 20% pada tahun depan.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 09 Juni 2013  |  15:11 WIB
SERTIFIKASI KAYU: Harga Mebel Melonjak 20%
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Tingginya biaya yang harus dikeluarkan pengusaha untuk mendapatkan sertifikasi melalui sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) akan berdampak pada kenaikan harga produk kayu seperti mebel hingga 20% pada tahun depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa pengusaha mebel di Jepara, Jawa Tengah, yang merupakan kota penghasil produk kayu yang sangat besar di Indonesia.

Ketua Asosiasi Perajin Kecil Jepara Margono mengatakan pihaknya sangat mendukung penerapan SLVK guna meningkatkan perdagangan dalam menghadapi pasar global.

Namun, cukup tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh industri untuk mendapatkan sertifikasi diperkirakan akan berakibat pada kenaikan harga  produk mebel itu sendiri.

“Ya memang seharusnya ada kenaikkan, namun sekarang sementara tidak bisa menaikkan, paling tidak 15%-20%,” kata Margono. Menurutnya, kenaikan tersebut baru bisa diberlakukan pada Februari tahun depan ketika aturan Peraturan Menteri Perdagangan No.64/2012 mengenai ekspor kayu benar-benar diberlakukan.

Dengan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK), pemerintah dapat memantau kegiatan eksportasi produk kayu Indonesia secara lebih mutakhir. Pasalnya, SVLK mengharuskan setiap kegiatan ekspor produk kayu disertai oleh dokumen V-Legal sebagai sertifikat legalitas. Dokumen tersebut merupakan dokumen lisensi ekspor produk kayu dan berlaku untuk 26 HS-Code. 

 Pada 1 Januari 2014, V-Legal akan berlaku untuk 40 HS-Code seperti yang diatur dalam Permendag No.64/2012.

Manajer Produksi CV Mahogany Crafter, salah satu industri mebel di Jepara, Anita Indriani mengatakan untuk mendapatkan sertifikasi SVLK banyak perajin yang perlu didorong untuk mau mengurus SVLK. Banyak perajin yang mengeluhkan pengurusan SVLK sangat sulit.

Lantaran anggapan sulit dan mahal tersebut, tidak sedikit perajin yang menyuarakan agar harga produk kayu bisa dinaikkan. "Dengan adanya SVLK, mereka jadi bisa menghitung sendiri. Ibaratnya, bila sudah mendapatkan pengakuan, maka harga juga harus bersaing. Mungkin bisa dinaikkan 10%-20%.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mebel svlk produk kayu asosiasi perajin kecil jepara
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top