Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSI KORPORASI: Garuda Raih Kredit US$40 Juta dari BRI

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai US$40 juta atau sekitar Rp393,4 miliar.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 03 Juni 2013  |  19:43 WIB
AKSI KORPORASI: Garuda Raih Kredit US$40 Juta dari BRI
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai US$40 juta atau sekitar Rp393,4 miliar.

Dengan demikian, pinjaman perbankan yang telah diperoleh BUMN aviasi itu mencapai Rp1,47 triliun sepanjang lebih dari 5 bulan pertama tahun ini.

Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu menerima fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebesar US$70 juta atau setara dengan Rp686 miliar pada Februari lalu.

Selanjutnya, Garuda memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai US$40 juta atau sekitar Rp393,4 miliar pada April 2013.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Senin (3/6/2013), fasilitas kredit tersebut diperoleh karena perseroan membutuhkan tambahan modal kerja untuk pembiayaan general purpose, salah satunya pembiayaan pra pengiriman pesawat tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan hal itu sejalan dengan program Quantum Leap yang dirancang perseroan untuk mengembangkan armada hingga beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, masa pinjaman mencapai 24 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian kredit dengan periode ketersediaan (availability period) selama 6 bulan sejak ditandatangani perjanjian kredit.

“Selain itu, perseroan memperoleh grace period selama 15 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit,” ujarnya dalam prospektus perseroan.

Dengan adanya penandatanganan perjanjian kredit ini, maka Garuda tidak diperkenankan untuk mengingatkan diri sebagai penjamin atau menjaminkan kekayaan perseroan, kecuali untuk penjaminan yang sudah ada saat ini.

Selain itu, perseroan tidak dibolehkan mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga dan menerima pinjaman baru dari pihak lain, apabila rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) melebihi 500%.

Garuda juga wajib menyediakan kepada BRI laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan laporan keuangan in-house setiap triwulan serta menyampaikan perubahan susunan direksi, anggaran dasar, dan setiap penyertaan saham.

Sementara itu, susunan modal perseroan, meliputi modal dasar Rp13,770 triliun, modal ditempatkan dan disetor masing-masing Rp10,392 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri garuda indonesia giaa fasilitas kredit investasi
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top