Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

TARIF JASA PELABUHAN: Kemenhub Akan Revisi Aturan

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan akan merevisi Peraturan Menteri Perhubungan No. 6/2013 Tentang Jenis, Struktur dan Golongan Tarif Jasa Jasa Kepelabuhanan agar menghapus pemberlakuan tarif jasa di pelabuhan yang diterapkan
Henrykus F. Nuwa Wedo
Henrykus F. Nuwa Wedo - Bisnis.com 03 Juni 2013  |  01:31 WIB
TARIF JASA PELABUHAN: Kemenhub Akan Revisi Aturan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan akan merevisi Peraturan Menteri Perhubungan No. 6/2013 Tentang Jenis, Struktur dan Golongan Tarif Jasa Jasa Kepelabuhanan agar menghapus pemberlakuan tarif jasa di pelabuhan yang diterapkan tanpa dasar hukum.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha bongkar muat membahas penyempurnaan Peraturan Menteri Perhubungan No. 6/2013.

“Minggu depan akan kami bicarakan lagi dengan semua pihak terkait sehingga penerapan tarif apapun di pelabuhan yang tidak ada dasar hukumnya dihapus,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (2/6/2013)

Bobby menyatakan pihaknya akan tetap menerima semua masukan dari pelaku usaha bongkar muat pelabuhan dalam melakukan revisi peratutan Menteri Perhubungan No.6/2013.

Dia melanjutkan Peraturan Menteri Perhubungan No.6/2013 tidak boleh bertentangan sejumlah peraturan lainnya seperti Peraturan Presiden No.69/2001 tentang Pelabuhan dan Undang-Undang Pelayaran No.17/2008 tentang Pelayaran.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan Kemenhub priok tarif jasa pelabuhan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top