Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GERAKAN KEWIRAUSAHAAN: 300 TKI Siap Jadi Pengusaha Pemula

BISNIS.COM, JAKARTA-Sedikitnya 300 Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong siap terjun ke dunia usaha setelah kontrak kerjanya habis dan kembali ke Tanah Air."Kami segera mengirimkan sejumlah tim pelatih ke Hong Kong untuk memberi pelatihan kewirausahaan,
Mulia Ginting Munthe
Mulia Ginting Munthe - Bisnis.com 03 Juni 2013  |  20:07 WIB
GERAKAN KEWIRAUSAHAAN: 300 TKI Siap Jadi Pengusaha Pemula
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA-Sedikitnya 300 Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong siap terjun ke dunia usaha setelah kontrak kerjanya habis dan kembali ke Tanah Air.

"Kami segera mengirimkan sejumlah tim pelatih ke Hong Kong untuk memberi pelatihan kewirausahaan, sehingga begitu mereka kembali sudah siap terjun ke dunia usaha," kata Prakoso Budi Susetyo, Deputi bidang Pengembangan SDM Kementerian Kpperasi dan UKM, Senin (3/6/2013).

Dia mengatakan pihaknya baru-baru ini berkunjung ke Hong Kong dan menyerap masukan dari beberapa TKI, yang pada intinya para TKI berhasrat menekuni dunia usaha setelah kontrak kerja habis.

"Pelatihan direncanakan dilakukan di Hong Kong karena lebih mudah mengumpul mereka. Kalau sudah di Indonesia, mereka terpencar-pencar, sulit untuk mengumpulkan".

Menurutnya, profesi yang paling banyak ditekuni TKI di luar negeri yakni pengasuh anak dan lanjut usia dengan gaji per bulan sekitar Rp4 juta.

"Kami ikutkan pelatihan kewirausahaan dalam program Gerakan Kewirausahaan Nasional. Kebetulan sosialisasi GKN juga kami lakukan tahun lalu di Hong Kong".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI hong kong kemenkop
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top