Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TOL TRANS SUMATRA: Pemerintah Diminta Tegas soal Status Hutama Karya

BISNIS.COM, JAKARTA--Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) meminta pemerintah merumuskan dengan jelas skema penunjukkan langsung BUMN Karya untuk menggarap ruas tol trans sumatra sepanjang 2700 km.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 10 Mei 2013  |  13:13 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) meminta pemerintah merumuskan dengan jelas skema penunjukkan langsung BUMN Karya untuk menggarap ruas tol trans sumatra sepanjang 2700 km.

Ketua ATI Fatchur Rochman mengungkapkan pemerintah wajib merumuskan dengan jelas BUMN Karya yang ditunjuk itu adalah toll developer dan bukan operator tol.

"“Hutama Karya itu apakah menjadi tol developer atau operator. Kalau perseroan adalah tol developer yang merupakan perpajangan pemerintah maka tidak akan jadi masalah. Namun jika kalau menjadi operator tentu swasta juga berminat,” ujarnya Jakarta hari ini, Jumat (10/5/2013).

Menurutnya jika skema yang dipakai ialah pemerintah menyuntikan modal negara untuk meningkatkan kelayakan ruas tol trans sumatra maka banyak pihak swasta akan berminat.

Namun jika pengerjaan ruas tol trans sumatra sepenuhnya merupakan investasi negara, tanpa porsi investasi dari BUMN Karya yang ditugaskan maka tidak menjadi masalah. Berdasarkan peritungan Kementerian Pekerjaan Umum, total nilai investasi untuk seluruh ruas tol trans sumatra mencapai Rp426 triliun.

"Skema investasinya ada share antara pemerintah dan BUMN Karya maka itu tidak fair. Itukan jadinya mirip ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Solo-Mantingan-Kertosono," paparnya.

Ia menjelaskan setelah ruas tol trans sumatra seluruhnya terbangun dengan investasi pemerintah seluruhnya, pemerintah dapat melakukan tender terbuka untuk operator.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya bumn karya tol trans sumatra asosiasi tol indonesia (ati)
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top