BLOK CEPU: Begini Cara Mengebor 42 Sumur Minyak di Bojonegoro

BISNIS.COM, BOJONEGORO--Mobil Cepu Limited (MCL) memanfaatkan dua unit rig berjalan atau "skidding rig" dalam melakukan pengeboran 42 sumur minyak di Bojonegoro, Jatim, sebagai usaha mempercepat produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel

BISNIS.COM, BOJONEGORO--Mobil Cepu Limited (MCL) memanfaatkan dua unit rig berjalan atau "skidding rig" dalam melakukan pengeboran 42 sumur minyak di Bojonegoro, Jatim, sebagai usaha mempercepat produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, Selasa (30/4/2013), di Bojonegoro, mengatakan pemanfaatkan dua rig berjalan itu bisa mempercepat pekerjaan, sebab rig yang dimanfaatkan itu tidak harus dirobohkan.

"Rig berjalan ini baru pertama kalinya dimanfaatkan dalam pengeboran sumur migas di Indonesia. Rig berjalan ini dibangun dan dioperasionalkan oleh pengusaha nasional," jelas dia.

Ia mengaku bangga dengan pemanfaatan rig berjalan dalam pengeboran sebanyak 42 sumur minyak dengan rincian 29 sumur minyak produksi dan 13 sumur injeksi, karena rekayasa rig berjalan itu merupakan karya putra-putri Indonesia yang terbukti berteknologi tinggi.

"Rig berjalan ini diproduksi di Batam," ucapnya.

Ia menjelaskan pada tahap awal di lapangan Banyu Urip B di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, akan dilakukan pengeboran delapan sumur minyak dengan memanfaatkan satu unit rig berjalan.

. Menyusul setelah itu, secara berurutan juga akan dilakukan pengeboran sumur minyak dengan rig berjalan di lapangan Banyu Urip C di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.

"Pengeboran sumur minyak juga akan dilakukan di lapangan Banyu Urip A di Desa Mojodelik untuk menambah jumlah sumur," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, juga dilakukan pembangunan fasilitas produksi minyak Blok Cepu yang kemajuan konstruksinya dari lima paket pekerjaan sudah mencapai 51 persen.

"Mudah-mudahan produksi minyak awal sebesar 90 ribu barel per hari dapat dicapai pada Agustus 2014," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pengawas dan Pengendalian Pengeboran Proyek Banyu Urip Iman Nurkamid menambahkan operasional memindahkan rig berjalan dari satu lubang sumur ke lubang sumur lainnya dengan memanfaatkan rel.

"Saat ini sudah dipersiapkan rel yang menyambung dengan rig berjalan untuk memindahkan rig ke lubang sumur minyak lainnya yang akan dibor," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Yoseph Pencawan
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper