EMITEN TAMBANG: Laba Bersih Adaro Anjlok 65,8%

BISNIS.COM, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak penurunan laba bersih 65,8% menjadi US$42 juta sepanjang kuartal I 2013.
Herdiyan | 30 April 2013 21:31 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak penurunan laba bersih 65,8% menjadi US$42 juta sepanjang kuartal I 2013.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (30/4/2013), laba per saham dasar tercatat turun dari US$0,0038 menjadi US$0,00127.

Penurunan laba bersih itu dipengaruhi penurunan pendapatan usaha bersih dari US$916 juta menjadi US$741 juta atau turun 19,1%.

Beban pokok pendapatan memang turun tipis 5,3% menjadi US$583 juta, tetapi laba kotor justru terjun bebas 47,5% menjadi US$158 juta.

Begitu halnya dengan laba usaha yang turun 53% dari US$258 juta menjadi US$121 juta.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menuturkan penurunan kinerja tersebut dipengaruhi penurunan harga batubara yang berdampak terhadap harga jual rata-rata Adaro.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini merupakan koreksi yang sehat terhadap pertumbuhan pasokan yang tidak sesuai dengan estimasi.

“Kami memperkirakan permintaan yang kuat di wilayah Asia Pasifik untuk batubara peringkat menengah dan rendah akan terus berlanjut pada jangka menengah,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Bisnis, Selasa (30/4/2013).

Pertambangan merupakan bisnis jangka panjang dan model bisnis perseroan yang berbiaya rendah akan memungkinkan perseroan untuk menghadapi masa yang kurang baik dan bertahan di jalur yang tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang dari batubara Indonesia.

Tag : laba bersih, adaro energy, adro
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top