Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISNIS ADVERTISING: Proses Desain Grafis Diminta Punya Tarif Sendiri

BISNIS.COM, MALANG--Pengusaha advertising di Kota Malang menekankan desain grafis punya tarif sendiri menyusul banyaknya pelaku usaha advertising yang tidak mematok tarif untuk desain grafis karena memasukkan biaya desain jadi satu dengan cetak.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 15 April 2013  |  17:36 WIB

BISNIS.COM, MALANG--Pengusaha advertising di Kota Malang menekankan desain grafis punya tarif sendiri menyusul banyaknya pelaku usaha advertising yang tidak mematok tarif untuk desain grafis karena memasukkan biaya desain jadi satu dengan cetak.

Ketua Bidang Pengembangan Usaha Asosiasi Advertising Malang (AAM) Dadik Wahyu mengatakan pihaknya sudah menerapkan biaya desain terpisah dengan cetak.

“Harapannya langkah serupa bisa diikuti oleh pelaku usaha lainnya. Karena bagaimanapun desain grafis membutuhkan keahlian yang patut untuk diapresiasi,” kata Dadik, Senin (15/4/2013).

Dan di Kota Malang ujar dia banyak sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang desain grafis. Sehingga keberadaan mereka itu juga layak untuk dihargai.

Karena itu sudah selayaknya jika desain karya mereka itu dihargai. Bukan malah menggratiskan dengan alasan karena konsumen sudah mencetak produk di tempat mereka bekerja.

“Di tempat saya untuk desain ada biaya tersendiri. Hal ini saya tempuh untuk menghargai keahlian yang dimiliki para desain grafis yang sebagian besar adalah anak-anak muda fresh graduate,” jelas dia.

Founder of Emotio Malang Ardy Tanto mengatakan advertising merupakan sebuah terapan seni dan desain yang masuk ke dunia bisnis dan profesionalisme. Dan maraknya bisnis tersebut juga membuat pelaku advertising memiliki banyak kompetitor.

Menurutnya tidak sedikit seprang desainer yang memilih jalan menjadi seorang advertiser dan terjun ke dunia desain terapan yang lain.

Namun kemampuan desain masih belum menyelesaikan problem tentang persaingan dari kompetitor yang muncul.

“Bahkan yang ironis desain grafis kadang digratiskan. Padahal idealnya desain grafis itu bukan desain gratis,” tambah Ardy.

Kondisi tersebut kerap dialami oleh para desain grafis yang baru lulus baik dari SMK maupun perguruan tinggi. Karya desain mereka kerap tidak dihargai.

Karena itu melalui Emotio pihaknya bakal menggelar seminar bertema Brainstorm:Main-main Dengan Omzet Bersama desainer Grafis dan Advertiser Kreatif, 22 April mendatang di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

“Tujuannya untuk membekali mahasiswa desain grafis saat memasuki dunia profesi atau memasuki dunia technopreneur dalam bidang seni desain dan advertising,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis desain malang bisnis advertising advertising desain grafis grafis
Editor : Yoseph Pencawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top