Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

LAPANGAN MDA MBH: Kepastian Alokasi Gas Belum Diputuskan

BISNIS.COM, JAKARTA--Hingga kini, pemerintah belum memutuskan kepastian alokasi gas dari Lapangan MDA MBH, di Blok Offshore Madura Strait yang dioperatori Husky-CNOOC Madura Limited.

BISNIS.COM, JAKARTA--Hingga kini, pemerintah belum memutuskan kepastian alokasi gas dari Lapangan MDA MBH, di Blok Offshore Madura Strait yang dioperatori Husky-CNOOC Madura Limited.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan masih belum bisa memutuskan mengenai kepastian alokasi gas dari Lapangan MDA MBH. Saat ini, pihaknya bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), dan Kementerian Perindustrian masih membahasnya.

“Semua usulan masih dimatangkan oleh SKK Migas. Kami semua masih membahas bagaimana caranya agar semua mendapatkan gas, dengana adanya alokasi yang tersedia,” kata Naryanto melalui pesan singkatnya kepada Bisnis, Kamis (4/4).

Head of Realtions Husky-CNOOC Madura Limited Hamim Tohari menyatakan hingga kini belum mendapatkan kepastian pembeli dari Lapangan MDA MBH, Madura. Kini, pihaknya menunggu keputusan dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurutnya, bila pemerintah terlalu lama menetapkan keputusan, diperkirakan proyek akan mundur.

 “Statusnya masih sama, kami masih menunggu kepastian alokasi gas. Kami belum dapat pembeli, memang program berpotensi mundur,” kata Hamim ketika dihubungi melalui telepon.

 Memang, lanjut Hamim, sebelumnya pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pembeli potensial, termasuk PT Petrokimia Gresik. Namun, memang belum ada perjanjian apapun yang mengikat.

 “Tentu kami sudah bicara dengan beberapa potensial buyer, seperti juga dengan Petrokimia Gresik, namun belum sampai ada perjanjian,” tambahnya. Yang pasti, sebagai partner kerja pemerintah, pihaknya menunggu keputusan pemerintah untuk segera memberikan keputusan.

 Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan gas dari Lapangan MDA MBH akan dialirkan ke Banyuwangi dan Bali. Sementara dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru akan dialirkan ke Petrokimia Gresik.

 “Ke Banyuwangi dan Bali, itu tinggal tarik pipa ke arah Selatan. Sedangkan dari Cepu (Jambaran-Tiung Biru), dikirim ke PKG, tinggal tarik pipa ke Utara,” katanya.

Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan memang hingga kini pihaknya dan KESDM masih mencari keputusan terbaik mengenai alokasi gas untuk Petrokimia Gresik.

 Menurutnya, berdasarkan plant of development (POD) disebutkan bahwa gas dari Lapangan MDA MBH akan dialirkan ke pembeli di Jawa Timur, Madura, dan Bali. Sementara, untuk Petrokimia Gresik akan dialokasikan gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru.

 “Namun kalau dari lapangan milik Husky harganya US$6,5 per MMbtu, sementara kalau dihitung secara keekonomian, harga gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru minimal US$8 per MMbtu, nah PKG tidak mau, kan kalau harganya mahal, subsidi juga jadi tinggi,” jelasnya. (if)

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Others

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper