Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BAWANG PUTIH: Lonjakan Harga Bukti Keteledoran Pemerintah

BISNIS.COM, BANDAR LAMPUNG--Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan lonjakan harga bawang putih beberapa waktu lalu akibat keteledoran pemerintah.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 20 Maret 2013  |  22:45 WIB

BISNIS.COM, BANDAR LAMPUNG--Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan lonjakan harga bawang putih beberapa waktu lalu akibat keteledoran pemerintah.

Saat ini harga bumbu dapur ini telah berangsur menuju harga normal di kisaran harga Rp30.000 per kilogram.

Lonjakan harga secara luar biasa tidak bisa disamakan dengan kasus lonjakan harga kedelai beberapa bulan lalu yang membuat pengusaha tempe gulung tikar.

"Kalau [lonjakan] kedelai kan harga dunia, kalau bawang ini keteledoran," katanya di Lampung, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya pengendalian harga bawang ditempuh dengan cara melepas bawang impor dari China yang tertahan di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mengenai apakah pemerintah akan impor dari negara lain, Hatta enggan menjawab karena wewenang Kementerian Perdagangan.

Hatta hanya menekankan kepada kementerian untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Maksima harga bawang putih di pasaran berkisar sekitar Rp30.000 per kilogram. Sudah turun dari angka tertinggi pekan lalu yang mendekati Rp100.000 per kilogram.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melepas 332 kontainer bawang putih impor dari 500 kontainer yang tertahan di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Bawang putih tersebut sudah memenuhi syarat dan difasilitasi izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor gita hatta bawang tanjungperak hargabawang
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top