Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HATTA RAJASA: Pemerintah Tak Gegabah Impor Bawang

BISNIS.COM,SEMARANG -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah tak mau gegabah menambah impor bawang merah dan putih karena dikhawatirkan justru merugikan petani. "Untuk bawang merah, petani sekarang kan masih menanam.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 16 Maret 2013  |  19:02 WIB

BISNIS.COM,SEMARANG -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah tak mau gegabah menambah impor bawang merah dan putih karena dikhawatirkan justru merugikan petani.

"Untuk bawang merah, petani sekarang kan masih menanam. Perhatikan 'supply and demand'. Jangan sampai justru terjadi 'over supply' dan ketika petani panen harganya jatuh," katanya, Sabtu (16/3).

Hal itu diungkapkannya seusai  acara Sambung Rasa dengan Keluarga Besar Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah di Pasar Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Demikian juga dengan bawang putih meskipun kontribusi produksi komoditas tersebut dari petani lokal hanya 5% dan sisanya masih impor untuk menjaga agar tidak terjadi suplai berlebihan.

Menurut Hatta, tambahan impor bawang merah dan putih untuk menstabilkan harga kedua komoditas itu di pasaran yang sekarang sangat tinggi memang diperlukan, tetapi akan dipenuhi dengan sangat terbatas.

"Tadi (dalam pertemuan itu, red.), KTNA menyampaikan maksimum tambahan impor bawang merah hanya 25 ribu ton untuk mencukupi kebutuhan sampai Mei mendatang untuk mengisi kekosongan stok," katanya.

Karena itu, Hatta mengaku akan segera melakukan kroscek data kebutuhan komoditas tersebut dengan Kementerian Pertanian agar jangan sampai melakukan impor melebihi keperluan yang justru membuat harga jatuh.

"Untuk bawang merah, stok nasional jelas kurang, sementara bawang putih sangat kurang. Kekurangan itu akan dipenuhi, tetapi secara terbatas untuk menurunkan harga kedua komoditas pertanian itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari membenarkan bahwa setidaknya butuh tambahan impor bawang merah sebanyak 25.000 ton/bulan untuk mengisi kekosongan stok hingga Mei 2013.

"Kebutuhan nasional bawang merah setidaknya mencapai 32.800 ton/bulan, sementara untuk bulan ini kita hanya memiliki stok 8.000 ton. Periodenya memang begitu, Februari-Mei stok memang kurang," katanya.

Karena itu, sambungnya, harga bawang merah di pasaran sekarang melonjak karena tidak ada barang, sementara petani juga tidak memiliki stok sehingga tidak ada permainan dalam melonjaknya harga bawang merah.

"Saya sudah mengecek, tidak ada (permainan). Memang barangnya (bawang merah) tidak ada, di petani juga sudah habis. Nanti, mulai Mei-Desember stok bawang merah akan melimpah karena panen," ungkapnya. (Antara)




Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor hatta bawang petani

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top