Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INVESTASI PERTANIAN: RI Jajaki Lahan & Pasok Komoditas di Luar Negeri

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional sedang menyusun peta potensi investasi pertanian di luar negeri yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengamankan kebutuhan pangan nasional.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  19:58 WIB
INVESTASI PERTANIAN: RI Jajaki Lahan & Pasok Komoditas di Luar Negeri
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Komite Ekonomi Nasional sedang menyusun peta potensi investasi pertanian di luar negeri yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengamankan kebutuhan pangan nasional.

Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan peta disusun berdasarkan potensi industri pertanian komoditas-komoditas pangan tertentu yang kebutuhannya besar di Indonesia.

Peta tersebut, lanjutnya, kemudian bisa dipergunakan sebagai acuan bagi perusahaan Indonesia yang ingin membangun pusat produksi di luar negeri untuk memenuhi permintaan komoditas pangan domestik.

“Presiden sangat setuju, kita diminta melakukan pemetaan negaranya komoditasnya apa, memang kita tidak mungkin cukup [produksi] di Indonesia saja,” kata Chairul usai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden hari ini, Rabu (13/3/2013).

Dia memaparkan Australia dan Selandia Baru bisa dijadikan tujuan investasi peternakan sapi, sedangkan outsourcing produksi beras bisa dibangun di Myanmar dan Laos.

Chairul menjelaskan langkah serupa telah dijalankan oleh pemerintah China di Afrika dalam sektor pangan dan energi.

Pemerintah China, jelasnya, mampu mengendalikan pasokan pangan dan energi dari Afrika melalui berbagai bantuan dan investasi ke negara-negara di benua tersebut.

“Itu yang masuk nanti Indonesia Incorporated. Bisa datang dari swasta, pemerintah, atau BUMN tapi harus betul-betul karena ini soal kebijakan,” kata Chairul.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pola tersebut tidak hanya diterapkan pemerintah Indonesia untuk kemanan pangan tetapi juga untuk keamanan energi.

“Seperti nanti malam saya ke Irak itu untuk lapangan minyak di Irak untuk Pertamina. Kalau swasta minat nanti juga kita dorong,” katanya.

Hatta mengatakan perusahaan Indonesia yang berbasis di luar negeri tidak hanya untuk memasok kebutuhan dalam negeri tetapi juga bisa jadi basis ekspor Indonesia di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian komite ekonomi nasional

Sumber : Demis Rizky Gosta

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top