Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKSI MIGAS: Turun terus, SKK Migas ngos-ngosan tahan target lifting

JAKARTA: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan industri hulu migas harus berjuang keras untuk mempertahankan produksi tahun ini.Pasalnya, tahun ini merupakan tahun yang sulit untuk industri migas. Bahkan, berdasarkan
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  09:12 WIB

JAKARTA: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan industri hulu migas harus berjuang keras untuk mempertahankan produksi tahun ini.

Pasalnya, tahun ini merupakan tahun yang sulit untuk industri migas. Bahkan, berdasarkan data SKK Migas yang Bisnis peroleh melalui Deputi Perencanaan SKK Migas Widhyawan Prawiraatmadja, sebagian besar KKKS menurunkan target/rencana produksi migasnya pada tahun ini.

Sebut saja PT Chevron Pacific Indonesia yang menurunkan target produksi dari 330.000 bph pada 2012 menjadi 327.000 bph. Padahal, sepanjang 2012, CPI berhasil capai produksi hingga 340.000 barel per hari. Meski realisasi capai 340.000 bph, CPI mematok target tahun ini lebih rendah.

Kemudian, Pertamina EP, target produksi dalam work,program & budget (WP&B) 2013 adalah sebesar 121.000 barel per hari. Adapun pada 2012, Pertamina EP tidak berhasil mencapai target WP&B 2012 sebesar 130.000 barel per hari. Pertamina EP hanya berhasil mencapai produksi sekitar 127.900 barel per hari.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan target produksi minyak 900.000 barel per hari sudah tidak riil lantaran tidak mungkin tercapai. Tahun ini merupakan titik nadir untuk produksi minyak nasional. Rendahnya angka produksi bukan disebabkan oleh adanya penurunan, tetapi karena realisasi produksi tahun lalu yang cukup rendah yaitu 860.000 bph.

“Tahun ini kita hanya akan mempertahankan agar produksi tidak turun tetapi juga tidak naik. Di sisi lain kita juga tidak punya tabungan, karenanya produksi tahun ini hanya akan berkisar 830.000- 850.000 bph,”kata Rudi melalui pesan singkatnya, Rabu (30/1). (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top