TRANSPORTASI: Australia Telah Beri Bantuan Aus$40 Juta Ke RI

JAKARTA--Pemerintah Australia  sejak 2008 telah memberikan bantuan  AS$40 juta kepada  Indonesia di bidang  transportasi,  khususnya  asistensi peningkatkan keselamatan. Plt Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  15:05 WIB

JAKARTA--Pemerintah Australia  sejak 2008 telah memberikan bantuan  AS$40 juta kepada  Indonesia di bidang  transportasi,  khususnya  asistensi peningkatkan keselamatan. Plt Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhamad mengatakan pemerintah Australia melalui Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia memberi bantuan sekor transportasi untuk tahun ini hingga 2013 sebesar AS$14,5 juta. “Sehingga total bantuan pemerintah Australia untuk sektor transportasi Indonesia sejak 2008 sekitar AS$40 juta (40 juta dolar Australia),” kata Leon seusai penandatangan memorandum of understanding (MoU) kerjasama transportasi antara Menteri Perhubungan RI, EE Mangindaan dan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia, Anthony Albanese di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (11/12). Dia menjelaskan bantuan dari pemerintah Australia ini berupa asistensi peningkatan sumber daya manusia dibidang keselamatan transportasi yang dikemas dalam program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). “Jadi, bentuk bantuannya bukan kita diberi uang, mereka hanya membantu kita dengan pelatihan, asistensi, capacity building yang sudah berlangsung sejak 2008 untuk program ITSAP nya,” kata Leon. 

Salah satu bentuk nyata dari bantuan pemerintah Australia ini, lanjut Leon, adalah diluncurkannya dokumen standar non convension vessel standards (NCVS) Indonesia.

Dengan demikian, kapal-kapal berukuran di bawah 500 gross ton (GT) tidak perlu mengikuti aturan internasional atau Safety of Life at Sea (SOLAS) yang dikeluarkan International Maritime Organization (IMO). Kapal-kapal ini hanya perlu mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah RI. (if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top