NERACA PEMBAYARAN: Pemerintah Yakin Surplus, Meski Perdagangan Defisit

JAKARTA—Pemerintah optimistis neraca pembayaran tetap surplus meskipun neraca perdagangan kumulatif per Oktober tercatat defisit.Data BPS menyatakan nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober mencapai US$158,66 miliar, sedangkan impor mencapai US$159,18
Nancy Junita | 04 Desember 2012 20:43 WIB

JAKARTA—Pemerintah optimistis neraca pembayaran tetap surplus meskipun neraca perdagangan kumulatif per Oktober tercatat defisit.Data BPS menyatakan nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober mencapai US$158,66 miliar, sedangkan impor mencapai US$159,18 miliar. Akibatnya, terbentuk defisit pada neraca perdagangan Januari-Oktober 2012 sebesar US$516,1 juta. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan defisit neraca perdagangan bisa ditutupi oleh arus masuk investasi langsung dan portfolio. “Walaupun neraca perdagangan defisit tapi kan mengukur BOP tidak dari situ.  Kita bisa lihat portfolio masih bagus dan FDI masih bagus,” katanya, Selasa (4/12). Dia mengatakan defisit neraca perdagangan kumulatif tidak sistemis karena lebih banyak disebabkan oleh penurunan harga komoditas ekspor. Hatta menambahkan faktor yang menyebabkan defisit pada Oktober adalah impor barang besar yang tidak rutin seperti pembelian pesawat terbang. Selain itu, Menko memaparkan data BPS menunjukkan penurunan impor barang konsumsi yang menunjukkan proses pembenahan struktur industri di Indonesia. “Kami akan terus mendorong peningkatan industri manufaktur yang bernilai tambah tinggi secara perlahan,”  tuturnya. Sebelumnya, Bank Indonesia memproyeksikan neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV/2012 mencatatkan surplus di atas US$1,5 miliar.Proyeksi surplus tersebut akan menempatkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) 2012 pada posisi defisit US$1,5 miliar pada akhir tahun. (if) 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup