Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKAN PINDANG: Impor bahan baku tersendat

JAKARTA: Realisasi impor bahan baku pemindangan ikan tersendat sejak 2 bulan terakhir karena hanya memenuhi 20.000 ton atau 10% dari kebutuhan industri. Pelaku industri menilai telah terjadi penyalahgunaan kuota impor.Ketua Bidang Pengembangan Usaha
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  16:11 WIB

JAKARTA: Realisasi impor bahan baku pemindangan ikan tersendat sejak 2 bulan terakhir karena hanya memenuhi 20.000 ton atau 10% dari kebutuhan industri. Pelaku industri menilai telah terjadi penyalahgunaan kuota impor.Ketua Bidang Pengembangan Usaha Asosiasi Pengusaha Pindang Ikan Indonesia (Appikando) Erwin Ricardo Silalahi mengungkapkan pemerintah gagal menjamin stok bahan baku bagi industri pemindangan nasional.Padahal, industri membutuhkan sekitar 150.000-200.000 ton bahan baku seperti tongkol, cangkal, lemuru , kumbuy, dan selar.Menurut Erwin, sejumlah importir bahan baku ikan mulai bermain di jalur mekanisme yang telah disepakati dengan pengusaha pemindangan. Bahan baku menyebar secara liar untuk sektor industri pengolahan lainnya seperti pengalengan ikan."Bahkan bahan baku impor yang seharusnya untuk industri pengolahan bisa dijual bebas di pasar dalam negeri. Hal ini harus dicegah karena dapat menggangu harga ikan lokal," ujarnya Kamis, 31 Mei 2012.Erwin menjelaskan harga ikan impor kian mendekati harga jual ikan tangkapan nelayan. Ikan impor kini dihargai Rp 12.000 per kilogram, sementara tangkapan nelayan dijual Rp 9.000 per kilogram.Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil sikap guna menghentikan persaingan tidak sehat yang tengah berkembang di kalangan importir bahan baku ikan.Appikando mendesak pemerintah segera menghentikan sementara impor bahan baku ikan menyusul indikasi penyalahgunaan kuota impor.

 

Stok bahan baku pemindangan ikan akan diberdayakan seadanya sembari menunggu musim panen periode Juni-September mendatang.  (ra)

 

BERITA LAINNYA:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top