Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK INDONESIA: Ekuitas Bank Sentral Naik 30,2% Meski Tahun Lalu Defisit

JAKARTA: Meskipun mengalami defisit Rp25,15 triliun selama 2011, namun ekuitas Bank Indonesia malah meningkat sekitar 30,2% selama tahun lalu yang disebabkan revaluasi aktiva tetap.
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  18:26 WIB

JAKARTA: Meskipun mengalami defisit Rp25,15 triliun selama 2011, namun ekuitas Bank Indonesia malah meningkat sekitar 30,2% selama tahun lalu yang disebabkan revaluasi aktiva tetap.

Berdasarkan publikasi Bank Indonesia (BI), ekuitas dari bank sentral meningkat menjadi Rp89,57 triliun pada akhir 2011, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp68,79 triliun. Peningkatan ekuitas terjadi pada pos modal menjadi Rp16,88 triliun dan pos keuntungan yang belum direalisasi menjadi Rp42,38 triliun.

 

Selain itu pos cadangan umum dan cadangan tujuan mengalami penurunan, dengan nilai masing-masing Rp41,55 triliun dan Rp13,9 triliun. Hal tersebut menyebabkan defisit laporan keuangan BI senilai Rp25,15 triliun tidak menggerus permodalan bank sentral.

Defisit tersebut terjadi karena beban operasi moneter, beban jasa giro pemerintah dan kerugian selisih kurs karena penjabaran transaksi valuta asing, yang merupakan konsekuensi dari pelaksanaan kebijakan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Harti Haryani, Direktur Eksekutif Departemen Keuangan Intern BI, mengatakan peningkatan ekuitas tersebut terjadi karena revaluasi (penilaian kembali) sejumlah aktiva tetap, seperti gedung dan tanah yang dimiliki.

“Nilai aktiva tetap butuh direvaluasi karena menggunakan harga pada waktu 2000 dan sekarang sudah 2011 sehingga harganya sudah berubah,” ujarnya hari ini Rabu 30 Mei 2012.

Menurut dia, revaluasi merupakan salah satu strategi dari bank sentral guna meningkatkan ekuitas yang tergerus akibat defisit sejak 2009 lalu. Bila revaluasi tidak dilakukan, bank sentral memerlukan suntikan modal dari pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, karena memiliki modal di bawah batas minimum yang telah ditentukan undang-undang yakni Rp2 triliun.

“Tambahan modal dari Pemerintah merupakan hal terakhir yang dilakukan. Sebelum mencapai sana kami bisa melakukan beberapa cara, salah satunya adalah revaluasi aset,” jelasnya.

Dodi Budi Waluyo, Direktur Eksekutif Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat (PSHM) BI, optimis defisit keuangan bank sentral pada tahun ini akan menurun, seiring dengan penggunaan Surat Utang Negara (SUN)dalam operasi moneter.

“Dengan penggunaan SUN yang pasti bisa lebih rendah [defisit]. Apalagi akan dilakukan konversi SUP [surat utang pemerintah] dari non tradable menjadi tradable sehingga dapat mengurangi beban operasi moneter,” ujarnya.(mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top