Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI ASEAN: RI Dapat Nilai Tambah Signifikan Dari Sektor Logistik

JAKARTA: Nilai tambah dalam transaksi perdagangan nasional diproyeksi meningkat seiring dengan penerapan liberalisasi jasa logistik di kawasan Asia Tenggara pada 2013.
Diena Lestari
Diena Lestari - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  17:04 WIB

JAKARTA: Nilai tambah dalam transaksi perdagangan nasional diproyeksi meningkat seiring dengan penerapan liberalisasi jasa logistik di kawasan Asia Tenggara pada 2013.

 

Edy Putra Irawady, Deputi bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinasi Perekonomian, mengatakan manfaat ekonomi yang didapat Indonesia dari implementasi liberalisasi jasa logistik Asean 2013 diantaranya penerapan insurance dan freight (IF) dalam transaksi perdagangan.

 

“Bayangkan saja, yang bida kita dapatkan dalam pengangkutan itu IF. Selama ini ekspor kita kan FOB, kalau kita impor CIF, artinya IF-nya dinikmati oleh pihak lain kan,” ujarnya usai diskusi terkait National Single Window di Kantor Kemenko Perekonomian, hari ini.

 

Menurutnya, penerapan IF dalam pengangkutan ekspor-impor akan menambah nilai transaksi perdagangan nasional. Liberaliasasi jasa logistik merupakan salah satu sektor prioritas dalam Asean Economic Community 2015. Untuk sektor jasa logistik Asean akan dikoordinasikan oleh Vietnam.

 

Liberalisasi jasa logistik, sambungnya, diharapkan dapat memangkas beban logistik terhadap biaya produksi industri nasional yang masih terbilang tinggi. “Selama ini, beban logistik terhadap cost produksi itu kan 14,24%, sangat signifikan.”

 

Menjelang pemberlakuan liberalisasi jasa logistik Asean 2013, pemerintah berupaya mengembangkan sistem logistik nasional dengan mempercepat pembangunan pelabuhan dan bandara, membangun dry port serta pusat distribusi di kawasan Indonesia Timur.

 

“Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sudah menginisiasi 78 rencana investasi sektor logistik dengan skema pendanaan swasta murni untuk mendukung sistem logistik nasional,” ujarnya.

 

Dia menegaskan pemerintah optimistis dapat menghadapi liberalisasi jasa logistik di kawasan Asean pada 2013. “Yang penting jangan dibuka dulu antara Sumatra dengan Malaka.,” tegasnya. (yus)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top