HUBUNGAN DAGANG: Kesenjangan data dagang RI-China dikurangi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  16:39 WIB

 

 

JAKARTA: Indonesia dan China menjalin nota kesepahaman untuk mengurangi kesenjangan data perdagangan antarkedua negara.

 

Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan memorandum of understanding (MoU) antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan badan statistik China telah diteken, guna merumuskan cara penghitungan perdagangan yang sama.

 

“Masing-masing (badan statistik) akan duduk bersama. Perbedaan ini bisa dipertemukan sehingga defisit bisa diperkecil,” katanya, 28 April 2012. 

Menurutnya, kedua pihak akan melihat lebih saksama komoditas-komoditas yang memiliki gap nilai ekspor maupun impor yang tinggi. “Kami ingin angka yang ada mendekati faktanya, gap-nya tidak terlalu tinggi,” tuturnya.

 

Iman menuturkan kesenjangan data perdagangan anranegara selama ini kerap terjadi. Selain dengan China, kata dia, kesenjangan itu juga terjadi antara Indonesia dengan Meksiko.

 

Indonesia mencatat nilai perdagangan dengan Meksiko sebesar US$700 juta, sedangkan Meksiko mencatat nilai perdagangan dengan Indonesia US$1,2 miliar.

 

Menurutnya, perbedaan itu terjadi karena Indonesia mencatat perdagangan berdasarkan surat keterangan asal (SKA), sedangkan Meksiko mencatat berdasarkan asal produk.

 

“Banyak barang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, ternyata dikirim lagi ke Meksiko. Oleh Indonesia, itu dicatat sebagai ekspor ke AS, tapi oleh Meksiko itu diimpor dari Indonesia. Itu yang membuat datanya jadi beda,” jelasnya.(msb)

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top