EKONOMI KERAKYATAN: Koperasi di Jatim tumbuh pesat

SURABAYA: Pembentukan koperasi di Jawa Timur mengalami pertumbuhan pesat sejak 5 tahun terakhir, dimana per akhir Maret tahun ini berjumlah  29.145 unit dengan anggota 7 juta orang.
News Editor | 28 April 2012 11:15 WIB

SURABAYA: Pembentukan koperasi di Jawa Timur mengalami pertumbuhan pesat sejak 5 tahun terakhir, dimana per akhir Maret tahun ini berjumlah  29.145 unit dengan anggota 7 juta orang.

 

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop dan UMKM Jawa Timur Mochamad Hadiyanto mengatakan semangat masyarakat provinsi tersebut untuk mendirikan koperasi sangat tinggi, karena lembaga perkoperasian dinilai tepat untuk menjalankan kegiatan usaha.

 

Menurut dia, prosedur pengajuan mendirikan koperasi cukup mudah dengan persyaratan keanggotaan awal hanya 20 orang.

 

Pengajuan izinnya ditangani instansi yang membidangi koperasi di pemerintah daerah kabupaten/kota, untuk koperasi dengan wilayah kerja tingkat kabupaten/kota.

 

Sedangkan izin koperasi yang memiliki wilayah kerja antar kabupaten ditangani Dinkop dan UMKM Jatim.

 

“Jumlah total koperasi di Jatim kini mencapai 29.145 unit yang tersebar di 38 kabupaten/kota dengan anggota sebanyak 7 juta orang. Koperasi baru itu muncul di perdesaan maupun perkotaan,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu, 28 April 2012.

 

Koperasi sebanyak itu mencakup 8.506 koperasi wanita (kopwan) yang dibentuk pada 2009 dan 2010 dengan difasilitasi dana hibah Rp25 juta per unit oleh Pemprov Jatim, melalui program satu desa satu kopwan.

 

Menurut Hadiyanto, diantaranya sebanyak 1.000 kopwan berkinerja baik bentukan pada 2009 tahun lalu dikucuri tambahan modal masing-masing Rp25 juta.

 

Tahun ini dilakukan penyeleksian lagi 1.000 kopwan berkinerja baik bentukan pada 2010 untuk ditambahi modal Rp25 juta per kopwan.

 

Selain 8.506 kopwan bentukan baru itu di Jatim telah beroperasi puluhan kopwan bentukan puluhan tahun lalu yang berhimpun dalam wadah Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) berkantor di Malang.

 

“Sebagian besar koperasi di Jatim memiliki unit usaha simpan pinjam, seiring besarnya kebutuhan anggota atas dana. Tetapi koperasi yang khusus menangani simpan pinjam juga terus bertumbuhan,” papar Hadiyanto. (K22/Bsi)

Sumber : Adam A Chevny

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top