KONSERVASI AIRTIm Indonesia akan tampil di konferensi PBB

 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 23 April 2012  |  20:26 WIB

 

JAKARTA: Indonesia Water Mandate Working Group, sebuah program di bawah naungan Indonesia Global Compact Network (IGCN), membahas rangkaian inisiatif konservasi air, yang akan dipresentasikan di Konferensi PBB Rio+20.
 
Konferensi PBB Rio+20 yang berlangsung Juni nanti, merupakan salah satu pertemuan puncak terpenting, mengenai pembangunan berkelanjutan belakangan ini. 
 
“Kami dari Asia Pulp & Paper Group (APP), ikut berperan sebagai ketua dari kelompok kerja dari Indonesia Water Mandate Working Group tersebut,” kata Hendra Gunawan, Managing Director, Corporate Affairs & Communications APP, hari ini di Jakarta.
 
Pada Konferensi Rio+20 terebut, ujar Hendra, APP akan menyampaikan inisiatif dalam upaya konservasi air, yang selama ini telah dijalankan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
 
“Juga termasuk penilaian terhadap penggunaan air [water footprint] di seluruh pabrik, proyek pengadaan air bersih berbasis komunitas di Taman Nasional Ujung Kulon, dan sistem penjernihan air berbasis komunitas di cagar biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu,” ungkap Hendra di sela-sela seminar tentang persiapan untuk konferensi tersebut.
 
Y.W. Junardy, Presiden IGCN, menuturkan adalah suatu kebanggaan bisa memperoleh kesempatan untuk menyelenggarakan salah satu sesi di Rio+20, yang mengangkat tema unik Kerjasama multi-sektor untuk mengatasi permasalahan air.
 
“Masalah kelangkaan air telah menjadi isu yang mendesak, dan membutuhkan komitmen dari seluruh sektor. Kini saatnya untuk bertindak,” ujarnya.”
 
Hendra menambahkan APP mendukung sepenuhnya pengembangan standar bagi penanganan air, yang dapat diimplementasikan di seluruh sektor terkait.
 
“Kami saat ini tengah melaksanakan berbagai program konservasi air, untuk mempertahankan keberlanjutan air dalam kegiatan operasional sehari-hari, sesuai dengan prinsip CEO Water Mandate,” ujarnya. 
 
Dia menuturkan pihaknya juga berharap untuk memiliki standar global, yang akan dijadikan panduan untuk membantu memastikan bahwa langkah-langkah pengawasan penggunaan air yang bertanggungjawab, dapat diterapkan guna meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top