E-TOLL: ATI tuntut sistem pembayaran terintegrasi

JAKARTA: Asosiasi Tol Indonesia (ATI) meminta adanya satu kartu elektrik toll yang terintergaris untuk transaksi pembayaran non giral yang dapat digunakan pada gerbang tol manapun.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 19 April 2012  |  19:05 WIB

JAKARTA: Asosiasi Tol Indonesia (ATI) meminta adanya satu kartu elektrik toll yang terintergaris untuk transaksi pembayaran non giral yang dapat digunakan pada gerbang tol manapun.

 
Ketua Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Fatchur Rochman mengatakan penggunaan satu kartu seperti layaknya ATM bersama tersebut akan mempermudah proses transaksi pembayaran tarif tol.
 
Transaksi kartu prabayar di gerbang tol selama ini menggunakan tiga kartu yakni Flazz (BCA), e-toll card (Mandiri), dan Mega (Bank Mega) yang berbeda-beda di masing-masing gerbang tol.  Hal tersebut, ujarnya akan merepotkan pengendara saat hendak bertransaksi karena harus menggunakan tiga kartu yang berbeda. 
 
“Kalau bisa ada satu kartu yang bisa dipakai kemana-mana sehingga kalau mau menggunakan kartu prabayar nggak harus punya tiga kartu. Ini yang merepotkan, kalau salah memasukan kartu akan membuat kemacetan,” ujarnya, hari ini.
 
Oleh karena itulah, di berharap Bank Indonesia segera mengeluarkan kebijakan tersebut.
 
 Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan pemerintah sudah membahas spesifikasi pembayaran dengan satu kartu tersebut bersama Bank Indonesia.
 
Menurut Ghani hal yang menjadi kendala ketika Bank Indonesia menerapkan kartu yang sama di setiap gardu tol otomatis ialah dalam hal clearing house atau pembagian uang dari tiga perbankan yang berbeda kepada masing-masing badan usaha jalan tol.
 
“Kalau satu kartu agak susah clearing house, karena yang seharusnya bisa langsung dibayarkan ke badan usaha jadi agak terhambat. Ini yang juga masih dikaji,” ucapnya.
 
Bila segala persoalan terkait spesifikasi dan kendala-kendala di lapangan dapat teratasi, maka BI akan segera meluncurkan satu kartu bersama untuk pembayaran tarif tol pada tahun depan. 
 
“BI sedang membuat spesifikasi untuk satu kartu pada tahun ini, tahun depan sudah bisa di luncurkan dan diaplikasikan," katanya. (sut)
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top