WIJAYA BARU segera memulai bisnis di Papua

JAKARTA: Emiten perkayuan Malaysia, Wijaya Baru Global Berhad, bernegosiasi dengan sejumlah pihak untuk memulai aktivitas ekstrak kayu, penebangan, dan budidaya sawit di Kabupaten Boven Digul, Papua. Pernyataan ini disampaikan manajemen Wijaya ini
Hery Trianto | 18 April 2012 19:29 WIB

JAKARTA: Emiten perkayuan Malaysia, Wijaya Baru Global Berhad, bernegosiasi dengan sejumlah pihak untuk memulai aktivitas ekstrak kayu, penebangan, dan budidaya sawit di Kabupaten Boven Digul, Papua. Pernyataan ini disampaikan manajemen Wijaya ini kepada Bursa Malaysia menanggapi artikel yang ditulis oleh Business Times berjudul "Sarawak Tycoon tightening grip on Wijaya". "Dewan Direksi akan mengklarifikasi atas artikel tersebut. Kami tengah bernegosiasi dengan beberapa pihak untuk mulai bisnis di Papua. Namun semua negosiasi masih dalam tahap awal," ungkap manajemen melalui surat ke Bursa Malaysia. Dalam keterbukaan informasi pada 3 Oktober tahun lalu, perseroan mengumumkan akuisisi terhadap Suffolk Pte Ltd (SPL) dan Wealthgate Pte Ltd (WPL) sebesar US$80 juta atau sekitar RM255,2 juta secara tunai. Wijaya membeli 100% modal saham WPL dari Hafiz Arief senilai US$40 juta, sedangkan SPL dibeli dari Adwir Boy dengan nilai US$40 juta SPL pada 24 Agustus 2011 menandatangani perjanjian bersama dengan PT Trimegah Karya Utama di mana SPL diberikan hak ekslusif ekstraksi kayu dan penjualan kayu di wilayah Jair, Kabupaten Boven Digul, dengan luar sekitar 40.000 hektar. Dalam situs resminya, Wijaya awalnya tercatat dengan nama Pacific Chemicals Berhad dan merubah nama menjadi Wijaya sejak 16 Juni 1999. Wijaya tercatat di papan utama Kuala Lumpur Stock Exchange-kini Bursa Malaysia Securities Berhad--pada 22 Desember 1970. Boven Digul terkenal dengan tempat buangan beberapa tokoh pergerakan di antaranya Sayuti Melik, Mohammad Hatta, dan dan Sutan Syahrir. (tw)

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top