Waduh.. TARIF TOL Kebon Jeruk-Penjaringan naik!

JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto telah menyetujui kenaikan tarif ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan menyusul terpenuhinya standar pelayanan minumim (SPM) yang sebelumnya sempat bermasalah.
Andhina Wulandari | 14 April 2012 11:50 WIB

JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto telah menyetujui kenaikan tarif ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan menyusul terpenuhinya standar pelayanan minumim (SPM) yang sebelumnya sempat bermasalah.

 

Ruas tol milik PT Jakarta Lingkar Bersatu ini seharusnya mengalami kenaikan pada Februari lalu, namun sempat tertunda karena masih adanya persoalan terkait kerataan jalan.

 

Pada akhir Maret pun diperkirakan tarif sudah mengalami kenaikan, namun sayangnya perbaikan SPM belum bisa terpenuhi sepenuhnya sehingga harus ditunda kembali.

 

“Dulu di cek masih ada SPM yang belum terpenuhi. Hasil terakhir saya baru dapat laporan, sudah dipenuhi (SPM). Maka kenaikan sudah saya ACC (setujui),” ujar Menteri PU, Djoko Kirmanto, Jumat, 13 April 2012.

 

Namun Djoko mengatakan di dalam SPM tersebut tidak diatur terkait jumlah antrian kendaraan di depan gerbang tol.  “Ngatur itu (antrian) susah (di dalam SPM).”

 

Meski telah disetujui, Menteri belum mendapatkan daftar lengkap laporan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sehingga Surat Keputusan terkait kenaikan tarif tersebut belum ditandatangani.

 

“Mudah-mudahan minggu depan sudah ada daftarnya. Intinya SPM sudah terpenuhi. Untuk besaran kenaikan mengikuti nilai inflasi,” jelasnya.

 

Akhir April

Kepala BPJT Ahmad Ghani Ghazali membenarkan bahwa berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sejauh ini sudah tidak ada lagi masalah dalam SPM.

 

Menurutnya, bila Surat Keputusan Menteri PU dapat dikeluarkan pada minggu depan, maka akan dilanjutkan dengan proses sosialisasi dalam kurun waktu satu minggu sehingga dipastikan kenaikan tarif mulai diberlakukan minggu ke empat bulan April.

 

“Kalau minggu depan keluar (SK), maka sosialisasi satu minggu,” ujarnya, Sabtu 14 April 2012.

 

Besaran kenaikan tarif yang akan diberlakukan sekitar 10% sesuai dengan inflasi di Jakarta. Memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan tarif tol Surabaya-Gresik yang naik sebesar 12% sesuai inflasi Surabaya, pada Februari lalu.

 

Tarif kendaraan golongan I tol lingkar luar jakarta sebelumnya Rp7000, dengan kenaikan 10%, maka tarif baru yang mulai diberlakukan sebesar Rp7500 karena adanya pembulatan ke bawah.

 

Sementara untuk ruas tol Kanci-Pejagan milik Bakrie Toll Road yang kenaikan tarifnya terlambat hampir tiga bulan sejak 25 Januari lalu hingga saat ini masih belum bisa dipastikan.

 

Baru evaluasi

Menurut Ghani, tim dari BPJT saat ini baru melakukan proses evaluasi. Bila di dalam evaluasi tersebut sudah tidak lagi ada persoalan SPM, khususnya terkait  pagar yang hilang, maka akan segera dilaporkan kepada Menteri PU untuk dikeluarkan Surat Keputusan.

 

Bila seluruh perbaikan telah diselesaikan, maka tarif tol sepanjang 35 km tersebut diperkirakan naik sekitar 10% hingga 12% dari harga tiket yang saat ini sebesar Rp21.500, atau naik menjadi Rp23.500 hingga Rp24.000.

 

Menurut Ghani, aturan kenaikan tarif yang diberlakukan setiap dua tahun sekali ini tidak dapat dihindari, selain karena telah diatur di dalam UU No.38 tahun 2004 tentang Jalan, juga untuk kepastian pengembalian utang kepada perbankan. Sebab, hampir 70% investasi jalan tol dibiayai dari kredit perbankan.

 

“Ini (kenaikan tarif) tidak bisa dihindari karena bila tidak ada kenaikan, yang teriak bukan hanya operator tetapi juga perbankan karena (operator) harus kembalikan uangnya bank.” (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top