DEFISIT TRANSAKSI membengkak, karena ekspor melemah

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 12 April 2012  |  21:26 WIB

 

JAKARTA: Defisit transaksi berjalan pada kuartal I/2012 membengkak melebihi ekspektasi karena nilai ekspor tak sebaik yang diperkirakan. Namun, neraca pembayaran Indonesia masih positif sebab didukung transaksi modal.
 
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan kierja neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada 2012 diprakirakan akan mencatat surplus yang lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
“Penurunan surplus neraca pembayaran terutama disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang lebih besar, karena melambatnya ekspor sejalan dengan perlambatan permintaan dunia di tengah impor yang terus meningkat,” ujarnya dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur Kuartal I/2012 di Jakarta, hari ini
 
Dia menyampaikan impor terus meningkat seiring dengan kuatnya permintaan belanja barang dan modal serta tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM). 
 
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengungkapkan defisit transaksi berjalan pada tiga bulan pertama tahun ini melebihi ekspektasi karena kinerja ekspor tidak lebih baik dari perkiraan semula.
 
“Selisih impor dengan ekspor defisit membesar. Ini bisa dikatakan lebih besar dari perkiraan kita semula. Semula proyeksi pada kuartal I defisit sekitar US$1 miliar, tetapi pada kuartal I defisit bisa mencapai US$2 miliar,” ungkapnya.
 
Namun, lanjutnya, neraca pembayaran masih surplus karena tertutup oleh aliran modal masih (capital inflow). Dia pun optimistis pada tahun ini surplus neraca pembayaran masih akan terjadi karena aliran modal asing.
 
Sementara itu, cadangan devisa sampai dengan Maret 2012 mencapai US$110,5 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top