INDUSTRI PARIWISATA khawatirkan pengetatan anggaran

SURABAYA: Industri perhotelan di Surabaya mengkhawatirkan wacana pemerintah mengetatkan anggaran menyusul penundaan kenaikan harga BBM yang akan berdampak pada kegiatan MICE dari instansi pemerintah.Ketua PHRI Surabaya Bambang Hermanto mengatakan sebagian
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 09 April 2012  |  14:42 WIB

SURABAYA: Industri perhotelan di Surabaya mengkhawatirkan wacana pemerintah mengetatkan anggaran menyusul penundaan kenaikan harga BBM yang akan berdampak pada kegiatan MICE dari instansi pemerintah.Ketua PHRI Surabaya Bambang Hermanto mengatakan sebagian besar hotel bintang empat ke bawah di Surabaya mengandalkan bisnisnya dari kegiatan instansi pemerintah. Bahkan ada beberapa hotel yang 90% bisnisnys bergantung pada kegiatan tersebut."Pasar  yang rutin dan menjadi andalan hotel di Surabaya adalah acara dari pemerintahan seperti, rapat kerja, seminar, workshop dan pertemuan lainnya. Kontribusinya bisa mencapai 70%," ungkap Bambang kepada Bisnis, Senin, 9 April 2012.Pelaku usaha, lanjutnya, khawatir jika kebijakan pengetatan itu diikuti pemangkasan anggaran sehingga instansi pemerintah akan  mengurangi kegiatan rutin tersebut."Bukan saja instansi pemerintah di daerah, instansi dari pemerintah pusat bisa saja mengurangi kegiatannya di daerah seperti rapat kerja, workshop atau pertemuan sosialiasai kebijakan."Lebih celaka lagi, lanjutnya, kalau pengetatan anggaran ini diikuti dengan pembatalan event yang sudah dijadwalkan pemerintah. Saat ini rata-rata okupansi hotel bintang di Surabaya sudah mencapai 70%, lebih tinggi dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang masih di bawah 60%.Berdasarkan catatan PHRI, kegiatan pemerintah yang diikuti dengan kenaikan okupansi hotel itu mencapai puncaknya pada Mei-Juni. Menjelang puasa kondisinya akan melambat dan baru akan kembali menggeliat satu bulan setelah Lebaran. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top