SPAM WAY RILAU: Proyek senilai US$38 juta dipercepat kuartal I/2012

JAKARTA: Pemerintah berencana mempercepat proses konstruksi proyek Sistem Penyediaan Air Minum Way Rilau Bandar Lampung senilai US$38 juta pada Kuartal I/2012, dari semula pertengahan 2013.Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Linda Tangdialla | 05 April 2012 18:24 WIB

JAKARTA: Pemerintah berencana mempercepat proses konstruksi proyek Sistem Penyediaan Air Minum Way Rilau Bandar Lampung senilai US$38 juta pada Kuartal I/2012, dari semula pertengahan 2013.Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum Rachmat Karnadi mengatakan percepatan tersebut menyusul akan segera diumumkannya pemenang prakualifikasi proyek tersebut pada 16 April 2012 mendatang.Dia mengatakan proses pelaksanaan lelang dan konstruksi SPAM Way Rilau memang lebih cepat dibandingkan dengan proyek air minum lainnya, termasuk dari Umbulan yang ditawarkan lebih dulu oleh pemerintah.Hal tersebut, katanya, karena selain nilai investasinya lebih kecil juga karena wilayah yang terlibat hanya satu daerah, sedangkan dalam Umbulan ada lima kabupaten yang terlibat. Menurut Rachmat, saat ini panitia lelang tengah mengevaluasi 10 konsorsium yang telah mengembalikan dokumen prakualifikasi, sebelum dinyatakan layak ikut lelang proyek."Nanti dari 10 konsorsium ini, disaring menjadi empat konsorsium yang boleh ikut lelang. Namun pemenang tetap satu konsorsium yang lolos," ujar Rachmat di Jakarta hari ini.Rachmat menjelaskan evaluasi kelayakan konsorsium dilihat dari pengalaman, manajemen, dan penawaran investasi yang diusulkan melalui dokumen lelang yang diajukan konsorsium.Direktur Operasi PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Yadi Ruchyandi mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu usulan pemberian jaminan dari penanggung jawab proyek.  Saat ini, katanya, proses pemberian jaminan masih menunggu pelaksanaaan konsultasi publik yang akan dilakukan pemda, untuk mendapatkan dana viability gap funding dari Kementerian Keuangan."Nanti setelah ada kepastian VGF kita akan evaluasi menyuluruh proyek itu mulai dari sisi teknis, manajemen, sampai finansialnya," ujar Yadi.Dia mengatakan PII sendiri berharap proses komitmen pemberian jaminan bisa dilaksanakan sebelum lelang dilaksanakan pada Juni 2012. Selanjutnya, penandatanganan jaminan bisa dilaksanakan setelah pemenang lelang ditetapkan.Sebelumnya, 10 konsorsium telah mengembalikan dokumen prakualifikasi, yaitu China Harbour Engineering Company Ltd (CHEC) -SGL- MPS joint operation, Abeima-Wijaya Karya (Wika) joint operation, Bosowa-Tirta Prima Konsorsium, Manila Water, Water Consortium, Salcon Engineering Berhad-Aliran Ihsan Resources, LG Indonesia-Bakrie Indo Infrastructure, Kerjasama Operation (KSO) Medco-Bangun Cipta Kontraktor-MLD, Acuatico PTE.LTD-Mitsubishi, Hydrochem PTE LTD.(api) 

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top