EKSPANSI BUMN: Semen Gresik dirikan pabrik di Myanmar

TUBAN: Kementerian BUMN mendirikan kantor di Myanmar untuk mencari peluang investasi di negara itu, yang diprioritaskan terhadap sektor industri manufaktur, infrastruktur dan bank.Sementara PT Semen Gresik (Persero) Tbk diminta melakukan ekspansi di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 April 2012  |  19:06 WIB

TUBAN: Kementerian BUMN mendirikan kantor di Myanmar untuk mencari peluang investasi di negara itu, yang diprioritaskan terhadap sektor industri manufaktur, infrastruktur dan bank.Sementara PT Semen Gresik (Persero) Tbk diminta melakukan ekspansi di negara tetangga tersebut, dengan mendirikan pabrik semen skala kecil.Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai sudah saatnya BUMN memperluas investasi ke mancanegara, terutama sesama negara Asia Tenggara antara lain Myanmar. Negara itu berpeluang mengalami kemajuan di bidang ekonomi, setelah situasi politiknya cukup kondusif.“Indonesia telah mati-matian membantu Myanmar di bidang politik, termasuk mengupayakan negara itu menjadi ketua Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), maka Indonesia harus dapat mengambil manfaat ekonomi [atas perkembangan Myanmar] dengan berinvestasi,” ujarnya saat acara penyalaan api (fire on) di tanur putar (kiln) di pabrik semen Tuban IV, hari ini (Kamis, 5 April 2012).Pabrik baru Tuban IV milik PT Semen Gresik (Persero) Tbk dijadualkan akhir bulan ini dapat beroperasi penuh dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun. Dengan dioperasikannya pabrik baru itu, maka kapasitas semen Tuban menjadi 12,5 juta ton/tahun.Dahlan menambahkan Semen Gresik merupakan salah satu BUMN yang memiliki kemampuan untuk melakukan ekspansi ke Myanmar. Karena itu, sudah saatnya Semen Gresik ‘menancapkan kuku’ di Myanmar dengan mendirikan pabrik semen skala kecil terlebih dulu.Selanjutnya, menurutnya, BUMN-BUMN lain akan diarahkan guna melakukan ekspansi serupa. Untuk itu, Kementerian BUMN kini mendirikan kantor kecil di Myanmar untuk mencari peluang investasi di negara itu.“Tim di Myanmar ditugaskan 6 bulan, kemudian balik ke Jakarta untuk mendiskusikan peluang investasi di sektor apa. Tapi yang memiliki peluang di Myanmar adalah sektor infrastruktur, industri manufaktur dan bank,” paparnya.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top