HATI-HATI, MLM haji tak berizin masih berkeliaran

JAKARTA: Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia menyatakan sebagian besar perusahaan yang menjalankan bisnis multi level marketing untuk ibadah umrah dan haji belum memiliki sertifikat halal.Kanny Hidaya Y, Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional
Sutan Eries Adlin | 05 April 2012 14:43 WIB

JAKARTA: Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia menyatakan sebagian besar perusahaan yang menjalankan bisnis multi level marketing untuk ibadah umrah dan haji belum memiliki sertifikat halal.Kanny Hidaya Y, Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), menyatakan pihaknya baru menerbitkan sertifikat halal multi level marketing (MLM) Umrah dan Haji bagi dua perusahaan, yakni PT Mitra Permata Mandiri (MPM) dan PT Armina Perdana.Padahal, lanjutnya, saat ini banyak sekali perusahaan yang menjalankan usaha MLM Umrah dan Haji di Indonesia.“Coba cek di internet pasti banyak sekali yang menjalankan usaha MLM syariah Umrah dan Haji. Sebagian besar belum mendapatkan izin dari MUI,” jelasnya.Dia mengaku MUI tidak bisa melakukan apa-apa terhadap usaha MLM Umrah dan Haji tidak berizin tersebut.“Karena MUI bukan regulator sehingga tidak bisa memberantas mereka. Kami hanya lembaga fatwa. Namun kami meminta masyarakat hati-hati karena tidak ada regulator yang mengawasi mereka secara langsung,” jelasnya.Ketiadaan lembaga pengawasan terhadap MLM berpotensi terjadi kecurangan (fraud) terhadap dana para peserta. “Berbeda dengan bank dan asuransi yang diawasi oleh BI dan Bapepam LK,” jelasnya.Hingga saat ini DSN-MUI belum mengeluarkan fatwa halal untuk usaha MLM secara keseluruhan. Bahkan sebagian besar ulama masih menilai usaha MLM haram karena lebih condong kepada spekulasi permainan uang (money game) daripada berjualan barang.

Adapun, kedua perusahaan yang mendapatkan sertifikat halal MLM Umrah dan Haji tersebut menggunakan fatwa DSN-MUI nomor 75/2009 terntang penjualan langsung berjenjang. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top