REVIEW EKONOMI: Benarkah China hardlanding?

JAKARTA: Praktik ekonomi acap berjarak dengan ilmu dan teori. Mungkin dari sinilah datangnya ejekan, tentang mulut licin para ekonom yang berkata murung tentang ekonomi. Adakah ini terjadi di China?Ada memang beberapa data terbaru yang membalikkan keyakinan
Puput Jumantirawan | 03 April 2012 08:35 WIB

JAKARTA: Praktik ekonomi acap berjarak dengan ilmu dan teori. Mungkin dari sinilah datangnya ejekan, tentang mulut licin para ekonom yang berkata murung tentang ekonomi. Adakah ini terjadi di China?Ada memang beberapa data terbaru yang membalikkan keyakinan sementara ekonom soal hardlanding ekonomi China. Misalnya naiknya produksi baja China, atau yang terbaru, membaiknya data manufaktur.Bagi kita, data-data yang membalikkan keyakinan itu tentu melegakan, mengingat posisi strategis China dalam menggerakkan perekonomian nasional.Lalu bagaimana dengan situasi dalam negeri? Berapa besar kans dibatalkannya beleid kenaikan BBM di Mahkamah Konstitusi? Berikut review ekonomi, Selasa 3 April 2012:Luar negeri* Indeks manufaktur AS per Maret naik ke 53,4 dari 52,4 per Februari, dari proyeksi 53* Indeks pembelian barang pabrik China per Maret naik ke 53,1 dari 51 per Februari.* Wall Street & indeks Eropa terangkat, begitupun indeks Asia pagi ini* Harga minyak -0,29% ke US$104,92 per barel, harga emas +0,02% ke US$1.680,10 per ounce* Harga komoditas perkebunan, juga logam, menguat. CPO bahkan tembus lagi USRM3.500 per tonDalam negeri* Pengeluaran negara akibat Pasal 7 ayat 6a UU APBN 2012 bertambah Rp5 triliun per bulan* Dua LSM ikut jejak Mantan Menkeh Yusril Ihza Mahendra uji Pasal 7 ayat 6a UU APBN 2012 ke MK* Inflasi Maret (yoy) 3,97%, defisit dagang RI-China kian melebar. (Bsi)

 

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top