TOL CIKAMPEKPALIMANAN: Financial closed 'diteken' 27 April

 
Linda Tangdialla | 03 April 2012 18:28 WIB

 

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol memastikan penandatanganan financial closed pembiayaan proyek pembangunan tol Cikampek—Palimanan 11,6 kilometer akan dilaksanakan pada 27 April 2012 mendatang.
 
Kepastian itu menyusul saat ini PT Lintas Marga Sedaya sudah mendapatkan komitmen pembiayaan dari empat perbankan yakni Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BCA. 
 
Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan selain keempat bank itu, beberapa lembaga keuangan nasional dan internasional juga berminat untuk mendanai proyek Cikampek—Palimanan, a.l Asian Development Bank (ADB), World Bank, Indonesia Infrastructure Finance (IIF), Trans Finance Syariah Malaysia, Maybank Islamic Berhad, Exim Bank, dan International Finance Corporation (IFC). 
 
Jika pendanaan dari keempat perbankan tersebut dinilai kurang, katanya, maka LMS diberikan waktu untuk mencari sumber pendanaan lain dari lembaga-lembaga tersebut, termasuk lembaga keuangan dari Malaysia.
 
Prioritas itu, lanjutnya, karena dari sisi skema dan pelaksanaannya cenderung lebih rumit dibandingkan dengan pendanaan dari perbankan nasional. 
 
“Perbankan nasional juga kami prioritaskan karena mereka yang paling siap memberikan pembiayaan, dan diharapkan financial closed segera dilaksanakan, agar konstruksi bisa segera dimulai,” ujarnya  hari ini. 
 
Besaran prosentase porsi pembiayaannya, menurut Gani sampai saat ini belum ditentukan, kemungkinan baru akan ditetapkan saat financial closed diteken. Sedangkan secara umum kebutuhan pendanaan dari perbankan untuk pembangunan proyek tersebut mencapai Rp8,8 triliun atau sekitar 70% dari total kebutuhan investasi Rp 12,5 triliun.
 
Dia mengatakan progres pelaksanaan konstruksi sendiri, saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan untuk bangun, pasalnya, Badan usaha tidak mau mulai konstruksi kalau perjanjian kredit belum diteken.
 
Sebelumnya, Manajer Proyek Lintas Marga Sedaya Steve Ginting  mengatakan jika ketersediaan lahan dipenuhi dan amandemen sudah diteken, mereka siap memulai proses konstruksi. Apalagi, grounbreaking proyek senilai kurang lebih Rp12 triliun itu sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Rencananya, katanya, kegiatan konstruksi dilakukan dalam enam seksi sekaligus.
 
Adapun untuk pendanaan 30% nilai investasi proyek akan sepenuhnya berasal dari penyertaan modal pemilik saham. Komposisi penyertaan modal sesuai dengan komposisi kepemilikan saham, yaitu Plus Expressways Berhard sebesar 55% dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45%.
 
Hingga akhir 2011, luas tanah yang telah dibebaskan baru mencapai 952 Ha (93%) dari kebutuhan lahan 1.022 hektar. Sementara itu, sisa tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan pada Maret 2012.
 
Pengusahaan Jalan Tol Cikampek - Palimanan dilaksanakan oleh PT Lintas Marga Sedaya dengan komposisi  pemegang saham adalah PLUS Expressways Berhad Sebesar 55% dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45%. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2006 dan telah diamandemen pada tanggal 27 Oktober 2011.
 
Total investasi pembangunan Jalan Tol Cikampek - Palimanan sebesar Rp12,56 triliun dengan masa konsesi 35 tahun. Pendanaan tersebut berasal dari modal sendiri (30%) dan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri, BNI dan BCA.Ruas Tol Cikampek-Palimanan Ditargetkan Financial Closed 27April. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top