BANJIR di Jakarta & Tangerang akibat curah hujan tinggi

 
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 03 April 2012  |  18:05 WIB

 

JAKARTA: Tingginya curah hujan beberapa hari ini menyebabkan beberapa lokasi di kawasan Jakarta dan Tanggerang mulai dilanda banjir yang mencapai hingga setinggi paha orang dewasa (sekitar 90 cm).
 
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Sumber Daya Air tengah melakukan proses pelebaran bagian sisi kiri dan kanan Kali yang mulai menyempit melalui pola turab beton, salah satunya kali Pesanggarahan.
 
Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen SDA Kementerian PU Pitoyo Subandrio mengatakan pelebaran tersebut harus segera dilakukan sebab ketika intensitas hujan mulai tinggi, kali tidak lagi mampu menahan debit air sehingga menyebabkan meluapnya air.
 
“Pola tersebut [pelebaran dengan turab beton] dipilih sehingga dapat lebih kuat menahan debit air, selain juga dapat mempercantik tata kota,” ucapnya kepada Bisnis hari ini.
 
Menurutnya, Pelebaran Kali Pesanggarahan yang menelan dana hingga Rp1,3 triliun tersebut merupakan salah satu proyek yang dapat segera dilaksanakan karena tidak lagi ada persoalan dalam hal pembebasan lahan.
 
“Melalui proyek ini, volume debit air yang ditampung akan bertambah dari yang tadinya hanya mampu 30 hingga 50 kubik per detik menjadi 230 kubik per detik,” jelasnya.
 
Diharapkan pada 2014, proyek sudah dapat diselesaikan sehingga kawasan yang akan dilalui Kali sepanjang 27 km yang membentang dari arah Ciputat hingga Cengkareng Drain tersebut akan terbebas dari banjir.
 
“Mulai 2014, daerah Kelapa Dua, Jakarta Barat; Bintaro,Jakarta Selatan, dan daerah Tangerang yang dilewati kali pesanggrahan tidak akan terkena banjir lagi,” janjinya.
 
Hal tersebut menurutnya telah terbukti dengan adanya Banjir Kanal Timur yang telah dioperasikan beberapa waktu lalu yang hingga saat ini tidak lagi terdengar kabar terendam banjir. 
 
Selain Pesanggarahan, sebetulnya PU juga akan melakukan proses normalisasi Kali Angke dan Kali Krukut. Namun, sambungnya, hingga saat ini persoalan lahan di Krukut masih alot sehingga belum dapat segera dilaksanakan.
 
Sementara itu untuk kelurahan Pondok Labu, akan disiapkan pompa penyedot air sehingga air yang menggenangi lokasi tersebut akan cepat surut.  
 
Terkait dengan persoalan banjir yang mengenai daerah Jakarta Pusat, diperkirakan hal tersebut terjadi karena sistem drainase yang kurang baik sehingga tidak mampu menampung debit air hujan berintensitas tinggi.
 
Hal lain yang juga dilakukan PU untuk mengatasi genangan air di Jakarta ilaha dengan pembangunan situ, pembersihan drainase, pembuatan sumur resapan, serta melaksanakan pembangunan sesuai tata ruang.
 
Pitoyo mengatakan, persoalan banjir sebetulnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga prilaku masyarakat dalam menjaga kali dan lingkungan. “Masyarakat seharusnya juga dapat membantu mendukung program pengurangan banjir misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya.”
 
Berdasarkan pemberitaan beberapa kawasan yang dilanda banjir ialah daerah Ciledug Raya, Kedoya Selatan yang ketinggian mencapai 90 cm, Kebon Jeruk, Ulujami setinggai 50 cm, di kawasan Jalan Bangka sekitar 50 cm, dan kawasan Pondok Labu dengan ketinggian 100 cm.
 
Akibat banjir yang nekanda sejak tadi malam, ratusan rumah warga terendam banjir, dan menyebabkan kemacetan di beberapa lokasi. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top