HARGA BBM: Tambahan subsidi Rp5 triliun per bulan

JAKARTA: Anggaran subsidi BBM akan menanggung tambahan Rp4 triliun-Rp5 triliun per bulan selama belum dilakukan penyesuaian jual eceran bahan bakar minyak bersubsidi.Menkeu Agus D.W. Martowardojo mengatakan apabila harga jual eceran BBM bersubsidi tidak
Erlan Imran | 02 April 2012 18:58 WIB

JAKARTA: Anggaran subsidi BBM akan menanggung tambahan Rp4 triliun-Rp5 triliun per bulan selama belum dilakukan penyesuaian jual eceran bahan bakar minyak bersubsidi.Menkeu Agus D.W. Martowardojo mengatakan apabila harga jual eceran BBM bersubsidi tidak naik, maka tambahan subsidi BBM yang diperlukan mencapai Rp4 triliun-Rp5 triliun per bulan.Dengan demikian, subsidi BBM yang sudah dieskalasi dari Rp123,6 triliun dalam APBN 2012 menjadi Rp137,38 triliun dalam APBN-P 2012 berpotensi membengkak."Pembengkakan tersebut disebabkan oleh risiko terlampauinya kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-P 2012 yakni dari 40 juta kiloliter menjadi sekitar 47 juta kiloliter," ujarnya, Senin, 2 April 2012.Pasalnya, menurut dia, realisasi penyaluran BBM selama 2 bulan pertama 2012 telah mencapai 7,02 juta kiloliter atau 18,79% dari kuota pemerintah."Kalau BBM tidak naik, kita khawatir kuota 40 juta kiloliter itu bisa terlewati. Kita ini BBM paling murah Rp4500 per liter, kita khawatir ada penyelundupan, atau penimbunan. Tapi yang paling banyak kita khawatirkan akan ada switching dari pengguna pertamax ke premium," katanya.Adapun tambahan Rp4 triliun-Rp5 triliun harus ditanggung APBN-P 2012 selama ICP dalam 6 bulan berjalan belum mencapai rata-rata US$120,75 per barel. Realisasi ICP yang sudah 15% di atas asumsi ICP US$105 per barel itu baru bisa menjadi acuan pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi. (tw) 

 

 

>> BACA JUGA:

* KAPAN HARGA BBM NAIK?

* AMAZON saingi IPAD3

 

 

INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top