Indeks harga BARANG KONSTRUKSI terus naik

JAKARTA: Indeks harga perdagangan besar barang-barang konstruksi di Indonesia terus mengalami kenaikan.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang dilansir hari ini, selama Februari hingga Maret harga barang konstruksi naik sebesar 0,73% atau 1,48
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 02 April 2012  |  14:20 WIB

JAKARTA: Indeks harga perdagangan besar barang-barang konstruksi di Indonesia terus mengalami kenaikan.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang dilansir hari ini, selama Februari hingga Maret harga barang konstruksi naik sebesar 0,73% atau 1,48 poin dari Februari sebesar 203,99 menjadi 205,47 pada Maret 2012.Kepala BPS Suryamin mengatakan kenaikan terbesar berasal dari aspal sebesar 1,58% yang bergerak dari 308,95 menjadi 313,83, begitu pula dengan semen yang naik 0,78% dari 184,36 menjadi 185,79. Selain itu, barang galian segala jenis 1,12%; barang-barang dari besi dan baja dasar 0,72%; serta bahan bangunan dari logam 0,72%."Indeks harga perdagangan besar konstruksi dari Februari ke Maret naik 0,73%. Kenaikan disumbang dari harga semen dan aspal," ucapnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin 2 April 2012.Kenaikan IHPB tersebut disumbang oleh kenaikan indeks semua kelompok jenis bangunan seperti bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,33%; kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 0,10%; pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan 0,25%Kelompok bangunan dan instalasi lisrik, gas, air minum dan komunikasi 0,02%; serta bangunan lainnya 0,03%.Sementara itu, Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto mengatakan impor besi dan baja selama Januari hingga Februari pun mengalami peningkat 7,09% atau US$29,3 juta."Impor besi dan baja naik 7,09% dari US$800,1 juta pada Januari menjadi US$829,4 juta pada Februari. Ini tentu saja mempengaruhi harga konstruksi di dalam negeri," ucapnya.Menurutnya, dengan adanya kenaikan barang-barang konstruksi ini, harus ada eskalasi yang diberikan pemerintah kepada para kontraktor."Harus ada eskalasi. Dengan harga barang konstruksi ini, perusahaan dapat mencari refrensi dari situ," tuturnya. (ra)

 

BACA JUGA

 

MNC Skay ajukan permohonan ke bursa

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top