Bandara Ternate ditutup hingga besok

JAKARTA: Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, ditutup hingga besok menyusul meletusnya Gunung Gamalama, sementara Kemenhub memfungsikan moda transportasi laut.Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S. Ervan mengatakan pihaknya masih
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  00:00 WIB

JAKARTA: Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, ditutup hingga besok menyusul meletusnya Gunung Gamalama, sementara Kemenhub memfungsikan moda transportasi laut.Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S. Ervan mengatakan pihaknya masih menutup bandara di Ternate ini karena berbahaya untuk penerbangan hingga 9 Desember.Untuk penggantinya, lanjut Bambang, Kemenhub menurunkan kapal tambahan untuk mengangkut penumpang maupun barang di Pelabuhan Ahmad Yani. Hal ini untuk menghindari terjadinya stagnan perpindahan penumpang dan barang menuju kota lain di sekitar wilayah Maluku Utara."Jika diperlukan kapal akan disiapkan, namun dari data yang kami peroleh kapal kecil di bawah 100 orang penumpang masih cukup kapasitasnya dan masih belum terjadi gejolak," kata Bambang hari ini.Bambang mengungkapkan di Ternate dilayani kapal Pelni dan kapal perintis secara regular. Jika diperlukan kapal tersebut dapat dikerahkan atau di alihkan dari trayek yang ada.Menurutnya, kegiatan operasional di Pelabuhan Ahmad Yani berjalan normal dan tidak terkendala dengan aktifitas Gunung Gamalama.Bambang menjelaskan hingga kini terdapat aktifitas pelayaran kapal penumpang oleh KM Lambelu tujuan Bitung, KM Bunda Maria tujuan Manado, KM Aksara, KM Aksara Saputra 6, KM Giovani dan KM Ajun Safikran."Selain itu di Pelabuhan Ternate juga ada 200 speed boat dengan kapasitas 3 GT (gross ton), sedangkan untuk pengiriman logistik dari Ahmad Yani ke Manado dan Makassar, ada kegiatan bongkar muat lima kapal yang terdiri dari empat kapal kontainer dan satu kapal kargo."Ada enam maskapai nasional yang menghentikan penerbangan ke bandara di Ternate itu, yakni Garuda Indonesia, Batavia Air, Express Air, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Nusantara Buana.Batavia mengklaim kehilangan pendapatan Rp250 juta per satu kali penerbangan atau Rp500 juta per hari akibat ditutupnya layanan penerbangan ke Ternate. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top