'RI tak terkena dampak recall Honda'

JAKARTA: Manajemen PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan Indonesia terbebas dari produk Honda yang bermasalah sehingga penarikan (recall) Honda Motor Company terhadap 917.267 unit mobil tak berlaku untuk pasar domestik.Direktur Pemasaran dan Layanan
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  19:28 WIB

JAKARTA: Manajemen PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan Indonesia terbebas dari produk Honda yang bermasalah sehingga penarikan (recall) Honda Motor Company terhadap 917.267 unit mobil tak berlaku untuk pasar domestik.Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy mengatakan Indonesia tak terkena dampak tersebut sehingga konsumen Honda di dalam negeri boleh bernafas lega.Penarikan di Indonesia tidak dilakukan karena mobil Honda produksi 2001 - 2003 yang dipasarkan di dalam negeri dianggap tidak bermasalah."Indonesia dipastikan tak terkena dampak penarikan secara global," jelasnya melalui pesan singkat yang diterima Bisnis, 5 Desember.Sebelumnya, penarikan besar-besaran itu diumumkan Honda Motor Company selaku prinsipal global pada akhir pekan lalu.Berdasarkan informasi dari Bloomberg sebelumnya, salah satu raksasa otomotif asal Jepang itu mengumumkan penarikan global terhadap 917.267 unit mobil karena mengalami permasalahan pada komponen airbag (kantong udara) yang telah menyebabkan sedikitnya 20 orang terluka.Penarikan Honda dilakukan pada mobil yang berada di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Taiwan, dan Singapura dan di atas 90% mobil yang mengalami persoalan tersebut diklaim berada di Amerika.Adapun, mobil-mobil yang mengalami persoalan pada komponen airbag itu di antaranya Honda Accord 2001 dan 2002, Honda Civic 2001 dan 2003, Honda Odyssey 2001 dan 2003, Honda CR-V 2002 dan 2003, Honda Pilot 2003, Honda Acura 3,2 TL 2002 dan 2003, serta Honda Acura 3,2 CL 2003.Juru bicara Honda Keitaro Yamamoto menyatakan ketidaksesuaian bahan yang dipakai menyebabkan sistem penggerak airbag menghasilkan tekanan yang berlebihan.Kondisi itu menyebabkan casing inflator pecah dan beberapa komponen dari logam yang ada di airbag berhamburan. "Ini bisa mengakibatkan luka dan kecelakaan fatal," katanya.Menurut dia, penarikan itu telah menambah panjang daftar recall mobil Honda akibat persoalan pada piranti airbag. Secara total saat ini telah ada 2,77 juta unit yang ditarik karena persoalan serupa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top