Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belanja Kemenpera baru terserap 60%

JAKARTA: Kinerja penyerapan anggaran Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) hingga saat ini baru berkisar 60% dari total pagu anggaran Kemenpera 2011 sebesar Rp9,19 triliun.Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera), Iskandar Saleh mengatakan
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 24 November 2011  |  19:15 WIB

JAKARTA: Kinerja penyerapan anggaran Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) hingga saat ini baru berkisar 60% dari total pagu anggaran Kemenpera 2011 sebesar Rp9,19 triliun.Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera), Iskandar Saleh mengatakan rendahnya penyerapan anggaran tahun ini karena terkendala oleh kesiapan lokasi pembangunan."Pertama terkendala oleh lelang yang belum selesai pada waktu itu. Kedua ada dana bantuan sosial seperti perumahan swadaya, inikan tergantung dengan kesiapan daerah. Penyerapan ini kan tergantung invoice kontraktor dan konsultan, kami bisa meluluskan klaim jika progressnya ada," kata Iskandar pada acara sosialisasi UU No.1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, siang ini.Menurut Iskandar masalah-masalah yang menjadi kendala sebenarnya tidak termasuk dalam kendali Kemenpera.Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan penyerapan yang rendah tersebut akan segera mengalami percepatan sesuai dengan percepatan realisasi belanja modal sejalan dengan pelaksanaan rumah susun sejahtera sewa (rusunawa) dan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang secara bertahap melewati tahap pengadaan barang dan jasa serta mulai masuk ke dalam tahap pelaksanaan fisik lapangan.“Selain itu, yakni dengan adanya percepatan realisasi kredit kepemilkan rumah (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejalan adanya pasokan rumah sejahtera yang dipasok pasar perumahan memasuki proses akad kredit,” tuturnya, baru-baru ini.Djan menargetkan pencapaian penyerapan anggaran per akhir Desember 2011 akan mencapai sekitar 92% atau lebih rendah dibandingkan penyerapan anggaran tahun lalu mencapai 98,87% dari total pagu anggaran sebesar Rp4,013 triliun.Sementara itu, Ketua Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Marguestinny Oemar Ali mengatakan penyaluran dana FLPP sejak Oktober 2010 hingga Oktober 2011 sebesar Rp2,4 triliun dari anggaran FLPP yang dicairkan pemerintah sebesar Rp2,6 triliun."Seharusnya memang ada persamaan persepsi secara pendanaan penyerapan hampir habis tetapi secara kontrak kerja tidak tercapai jumlah 160.925 unit rumah yang terdiri dari 154.925 unit rumah sejahtera tapak, 1.000 unit rumah sejahtera susun dan 5.000 kredit konstruksi rumah murah pada 2011," kata Marguestinny, siang tadi.Dia menuturkan tingkat pengembalian pokok dana FLPP sebesar Rp12,8 miliar per tahun, pihaknya juga harus memiliki sistem yang sama dengan bank pelaksana untuk menjaga utang perbankan selama 15 tahun tersebut."Dana penyaluran FLPP saat ini sebesar Rp3,5 triliun yang merupakan dana anggaran dari pemerintah, ditambah sisa penyaluran FLPP per Oktober sebesar Rp200 miliar dan pengembalian pokok perbankan sebesar Rp12,8 miliar," imbuhnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top