Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyetopan Gas Jatim ditunda lagi

JAKARTA: Penyetopan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk kepada pelanggan industri di Jawa Timur kembali ditunda.Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sri Budi Mayaningsih mengatakan penyetopan baru akan dilakukan mulai 24 November
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 20 November 2011  |  17:17 WIB

JAKARTA: Penyetopan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk kepada pelanggan industri di Jawa Timur kembali ditunda.Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sri Budi Mayaningsih mengatakan penyetopan baru akan dilakukan mulai 24 November 2011 atau mundur 4 hari dari jadwal sebelumnya.Dia menjelaskan jadwal penghentian pasokan gas melalui pipa PGN berubah karena perbaikan anjungan oleh Santos di ladang gas Maleo juga ditunda.“[Perbaikan di Maleo] ditunda karena cuaca yang buruk,” katanya ketika dihubungi bisnis, hari ini.Sebelumnya, PGN berencana menyetop pasokan gas industri di Jawa Timur selama perbaikan di ladang gas Maleo yang dijadwalkan mulai 20 November 2011 hingga 15 Desember 2011.Perbaikan dibutuhkan setelah Santos, sebagai pengelola, menemukan beberapa malfungsi pada kaki anjungan fasilitas produksi minyak bergerak (mobile oil production unit) yang berlokasi di Selat Madura tersebut.Sekjen Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaya mengatakan jadwal penyetopan gas untuk kebutuhan industri sudah beberapa kali ditunda sejak rencana perbaikan diumumkan Santos pada April tahun ini.Dia mengatakan jadwal perbaikan yang berkali-kali berubah adalah wujud kebijakan energi pemerintah yang tidak berpihak pada kepastian iklim industri.Achmad meminta BP Migas bersikap tegas memastikan pasokan gas diutamakan untuk memenuhi kebutuhan industri sesuai amanat Undang- Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.“Penyetopan selalu diumumkan mendadak dan ditunda terus. Saya heran kenapa mereka tidak menggunakan waktu libur lebaran saja tapi malah mundur sampai akhir tahun ketika industri harus mengejar produksi,” kata Achmad.Ketua Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) Henry Susanto mengatakan penyetopan gas dan penundaannya selalui diputuskan sepihak oleh PGN tanpa mempertimbangkan kepentingan pelanggan.“Saya jadi ragu-ragu apakah benar harus disetop, buktinya masih bisa jalan terus berbulan-bulan,” katanya.Dia menambahkan selama ini industri sudah kewalahan menyesuaikan aktivitas produksi dengan pasokan gas PGN yang tidak stabil, apalagi setelah pemotongan kuota sebesar 10% pada April lalu setelah ditemukan kerusakan di Maleo.Pelanggan PGN, paparnya, harus membayar biaya surcharge hingga 200% untuk penggunaan gas yang lebih besar dari kuota baru tersebut.“Padahal tiap pabrik sudah merencanakan produksi sejak awal tahun, jadi mau tidak mau mereka pakai gas lebih dari kuota yang baru dan terus membayar penalti tersebut,” jelasnya.Henry mengatakan kepastian pasokan gas sangat menentukan kinerja industri gelas kaca di Jawa Timur yang terdiri dari pabrik lampu yang berada di bawah perusahaan besar seperti Philips, Maspion, Panasonic dan Kedaung Surabaya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top