Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keputusan KTT Asean soal UKM, wacana belaka

JAKARTA: Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono mengatakan pemerintah harus mensosialisasikan keputusan KTT Asean 2011 kepada seluruh asosiasi industri di Indonesia jika ingin memperkuat sektor UKM.
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 20 November 2011  |  20:22 WIB

JAKARTA: Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono mengatakan pemerintah harus mensosialisasikan keputusan KTT Asean 2011 kepada seluruh asosiasi industri di Indonesia jika ingin memperkuat sektor UKM.

Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menilai keputusan sidang KTT di Bali kemarin hanya sebatas wacana belaka, karena kesepakatan itu terbatas pada sesama kepala negara.
 
”Jika pemerintah menginginkan UKM Indonesia menjadi kuat dan berdaya saing, yang pertama dilakukan memperkuat struktur industri. Sekarang ini masih kedodoran semua,” ujar Ambar Tjahyono kepada Bisnis (Minggu, 20 November 2011).
 
Dia menginginkan agar pemerintah bisa mengambil langkah strategis. Misalnya, mengundang seluruh asosiasi yang terkait dengan sektor usaha kecil menengah (UKM) mencari solusinya.
 
Kalau strategi itu tidak dijalankan, maka kondisinya akan tetap seperti saat ini. Pemerintah, kata Ambar, harus bisa membuang jauh asumsi yang selama ini cenderung negatif, yakni memposisikan asosiasi industri di Indonesia sebagai kompetitor.
 
”Jika pelaku UKM yang tergabung dalam asosiasi industri diajak berdiskusi, merupakan langkah sangat maju. Kalau pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan, dan tidak pernah memahami kebutuhan UKM, lalu dengan alasan apa bisa memperkuat pelaku UKM.”
 
Ambar menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap perkuatan UKM agar bisa masuk persaingan Asean maupun global, belum nyata. Bagaimana aplikasi dan informasi yang harus dilakukan pelaku UKM tidak pernah disampaikan.
 
Kebijakan, katanya, tetap menjadi kebijakan, sedangkan dunia usaha tetap berjalan sendiri dengan kemampuannya. "Regulasi yang ditetapkan pemerintah untuk sektor UKM, manfaanya paling optimal hanya 7%,” tutur Ambar.
 
Beberapa instansi pemerintah yang terkait dengan dunia UKM, juga tidak pernah seiring dengan asosiasi industri di Indonesia. Misalnya saja dengan Asmindo. Pameran terus berjalan sesuai di mana-mana, asosiasi memahami potensi pasar tepat, tidak pernah diajak berdialog.
 
Dengan berbagai kondisi yang dialami Asmindo dan asosiasi usaha lainnya, Ambar Tjahyono memastikan wacana memperkuat UKM nasional dan Asean keseluruhan yang ditetapkan melalui KTT Asean, akan tetap menjadi wacana. (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top