Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi di pameran produk kreatif Surabaya bisa naik 25%

SURABAYA: PT Debindo Mitra Tama, jasa penyelenggara pameran di Surabaya, menargetkan transaksi pada pameran produk kreatif tahun ini meningkat hingga 25% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp1,2 miliar.Dadan Kushendarman, Direktur
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  12:40 WIB

SURABAYA: PT Debindo Mitra Tama, jasa penyelenggara pameran di Surabaya, menargetkan transaksi pada pameran produk kreatif tahun ini meningkat hingga 25% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp1,2 miliar.Dadan Kushendarman, Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama mengatakan, November merupakan akhir dari buying season masyarakat sehingga animonya diharapkan masih tinggi."Selain itu, jumlah peserta kami juga bertambah dari hanya 60 peserta tahun lalu, menjadi 90 peserta tahun ini," katanya, Rabu 16 November.Peserta pameran yang digelar selama lima hari tersebut masih didominasi usaha kecil menengah (UKM) di bidang fashion dan kerajinan, sementara dari bidang industri kulit dan alas kaki hanya 25%.Pameran bertajuk Gelar Produk Kreatif Indonesia ini didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim.Jamhadi, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya dalam kesempatan yang sama menambahkan industri kreatif merupakan aset yang potensial, baik bagi Surabaya maupun Jawa Timur."Industri kreatif mampu menyumbang hingga 6% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan itu masih bisa dipacu lagi," ujarnya.Menurut dia, pemerintah daerah harus memacu industri ini melalui promosi bersama atau memberi kemudahan dalam hal perijinan.Promosi bersama ini, nantinya memiliki efek berkelanjutan yakni mendorong industri penyelenggaraan pameran di daerah tersebut."Infrastruktur pameran di Surabaya ini kan over supply, namun jika pemerintah dan dunia usaha bekerjasama menggalar promosi industri kreatif, maka kekosongan itu bisa terisi," terangnya.Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga bisa membantu para pelaku usaha untuk membuka pasar dan menetapkan standar-standar yang baku supaya produk lokal bisa bersaing dengan produk impor."Kami tidak bisa menutup pasar impor karena sudah terikat dengan perjanjian-perjanjian internasional, yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan daya saing," ungkapnya.Jamhadi juga menghimbau pelaku usaha kreatif untuk membuka kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam hal riset dan pengembangan. Hal tersebut dipandang perlu karena, biaya riset dapat ditekan sehingga pelaku usaha kecil tidak terlalu terbebani. (Bunga Citra Arum N/ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top