Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurang kesiapan, realisasi belanja kementerian gencar akhir tahun

JAKARTA: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan banyak kementerian dan lembaga yang kurang memiliki kesiapan dalam mengidentifikasi kebutuhan belanja, sehingga pembelanjaan banyak yang baru terealisasi akhir tahun.Kepala
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 11 November 2011  |  19:40 WIB

JAKARTA: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan banyak kementerian dan lembaga yang kurang memiliki kesiapan dalam mengidentifikasi kebutuhan belanja, sehingga pembelanjaan banyak yang baru terealisasi akhir tahun.Kepala LKPP Agus Rahardjo menuturkan ketidaksiapan itu menyebabkan serapan anggaran tidak maksimal. Padahal, setiap kementerian dan lembaga sudah diberikan keleluasaan untuk melakukan tender sebelum tahun anggaran berjalan.“Kita lihat saat ini banyak belanja kementerian dan lembaga yang direalisasikan pada akhir tahun, dan hal itu merupakan bentuk ketidaksiapan dari kementerian dan lembaga,” katanya hari ini.Sejauh ini sebagian besar kementerian dan lembaga banyak yang membelanjakan dananya pada akhir tahun. Namun demikian, ada juga instansi pemerintah yang memiliki pengelolaan belanja cukup baik.“Seperti di Kementerian Pekerjaan Umum, mereka pengelolaan dananya sudah bagus, sehingga proses tender sudah dijalankan sebelum tahun berjalan,” lanjutnya.Lambatnya pembelanjaan anggaran pemerintah banyak disorot oleh para ekonom. Selain menyebabkan program dan proyek yang telah disusun tidak bisa berjalan optimal, besarnya dana yang dibelanjakan berpotensi menyebabkan inflasi.Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas juga menengarai lambatnya serapan anggaran di kementerian dan lembaga membuat pertumbuhan infrastruktur menjadi terhambat.Menteri perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana menuturkan agar serapan bisa berjalan merata setiap bulannya pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap 15 kementerian/ lembaga yang memiliki belanja besar.“Sudah ada 15 kementerian dan lembaga yang dipilih untuk didampingi, sehingga diharapkan serapan anggaran bisa optimal dan tidak terkumpul di akhir tahun,” katanya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top