RI pantau harga impor beras Thailand

JAKARTA:Pemerintah terus melakukan penjajakan  mengenai  pengenaan harga jual impor beras yang diperoleh dari Thailand,  serta menyiapkan  sumber lainnya jika  menilai harga yang ditetapkan negara tersebut kemahalan menyusul
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 29 September 2011  |  16:11 WIB

JAKARTA:Pemerintah terus melakukan penjajakan  mengenai  pengenaan harga jual impor beras yang diperoleh dari Thailand,  serta menyiapkan  sumber lainnya jika  menilai harga yang ditetapkan negara tersebut kemahalan menyusul adanya rencana penaikannya.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan kontrak kerja sama antarpemerintah (G to G) sendiri telah disepakati, menyusul adanya komitmen Thailand untuk membantu menyediakan 1 juta ton beras jika Indonesia membutuhkannya. Yang belum ada kesepakatannya soal  realisasinya ditingkat B to B.“Kita masih dalam proses penjajakan. Apakah benar  atau tidak yang disampaikan oleh  menterinya,  karena belum ada tertulis bahwa posisi  mereka seperti apa,” kata Mari  menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.Mari mengatakan memang dirinya telah mendapatkan informasi kemungkinan adanya kenaikan harga impor beras, menyusul adanya perubahan kebijakan sejalan dengan pemerintahan yang baru terkait terpilihnya Perdana Menteri  Thailand yang baru.Ketika ditanyakan berapa harga baru yang ditawarkan pihak Thailand, Mari mengatakan kalau soal harga agar menanyakannya pada Perum Bulog.“Kemungkinan iya [meningkatnya harga impor beras dari  Thailand, tapi] mereka belum putus mengenai harga,” kata Mari.Menurutnya, agar semua pihak tidak  mengkhawatirkan masalah tersebut, karena masih  banyak alternatif, termasuk dari Thailand sendiri.Saat ini  negara yang memiliki stok beras cukup banyak dan bersedia mengekspornya ke negara lain sdi samping Thailand seperti Vietnam, India, dan Pakistan. Di samping itu saat ini dinilai stok beras di tingkat internasional  cukup aman.“[Negara potensial pengekspor beras]  mungkin tetap Thailand,  Vietnam. Tapi kita juga ketahui India  juga sudah membuka ekspor beras.  Pakistan juga  punya beras. Dan saya  rasa kita akan terus menilai semua kemungkinanlah. Jadi kita tidak harus khawatir,” kata Mari.Untuk Thailand, ujarnya, di tingkat G to  G yang menjadi payung impor beras tersebut sudah ada komitmen. Namun untuk pengadaan, negosiasinya akan dilakukan di tingkat B to B.Seperti diketahui pemerintah Thailand dan Vietnam memberi lampu hijau bagi Indonesia untuk melanjutkan kerja sama pengadaan beras di dalam negeri menyusul tingginya stok beras di dua negara tersebut. Mendag mengatakan perpanjangan kontrak kerja sama pengadaan beras bagi Indonesia dari Thailand sebesar 1 juta ton akan diperpanjang pada Desember 2011, sedangkan kontrak 1 juta ton beras dari Vietnam akan dilakukan pada akhir 2012 (September, 9 September 2011). (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top