Waduh! 66 twin blok ternyata belum dihuni

JAKARTA: Sebanyak 66 twin block dari 193 twin block  yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum masih belum terhuni hingga saat ini.Direktur Pengembangan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Amwazi Idrus mengatakan dari 66
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 17 September 2011  |  10:31 WIB

JAKARTA: Sebanyak 66 twin block dari 193 twin block  yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum masih belum terhuni hingga saat ini.Direktur Pengembangan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Amwazi Idrus mengatakan dari 66 twin block yang belum terhuni, 40 diantaranya sudah memasuki proses pemasangan air dan listrik oleh pemerintah daerah sehingga sudah siap serah terima dalam waktu dekat ini.Sementara 26 lainnya masih dipermasalahkan oleh DPRD dan pemerintah daerah terkait aset pengelolaan sehingga belum dapat memasuki serah terima aset.Pasalnya, twin block tersebut dibangun di atas tanah Pemerintah daerah sehingga pengelolaan akan diserahkan kepada pemda setelah pembangunan dilakukan oleh Kementerian PU. "Masih ada 26 (twin block) yang belum bisa serah terima, 20 ada di DKI Jakarta, sedang 6 lainnya tersebar di berbagai daerah," ujar Amwazi, hari ini.Ditargetkan, akhir tahun seluruh rusunawa atau twin block yang belum terhuni akan terisi penuh. Pasalnya, setiap twin block yang akan dibangun, Pemda harus telah menyiapkan daftar nama penghuni sehingga ketika serah terima, twin block tersebut pasti terhuni.Oleh karena itulah, wacana moratorium yang sempat digulirkan oleh DPR beberapa waktu lalu terkait masih banyaknya twin block yang belum terhuni dinilai tidak relevan. "Kalau di moratorium, lalu masyarakat yang sudah terdaftar namanya akan tinggal dimana."Rumah-rumah susun sederhana sewa tersebut memang diperuntukan bagi masyarakat mengah ke bawah. Harga sewa nya saja sekitar Rp100.000 hingga Rp200 ribu per bulan per unit. Masing-masing twin block terdiri atas 96 unit, dengan nilai investasi sebesar Rp13 miliar.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top