Kapasitas pengolahan air limbah Setiabudi digenjot jadi 800 liter per detik

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum akan meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air limbah Setiabudi dari 400 liter per detik menjadi 800 liter perdetik.Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengatakan peningkatan kapasitas yang menelan
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 16 September 2011  |  13:11 WIB

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum akan meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air limbah Setiabudi dari 400 liter per detik menjadi 800 liter perdetik.Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengatakan peningkatan kapasitas yang menelan dana APBN sebesar Rp78 miliar tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memperluas cakupan penanganan dan pengolahan air limbah terpadu ke sebagian besar wilayah DKI Jakarta.Pasalnya, saat ini DKI Jakarta baru memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah( IPAL) untuk kawasan Setia Budi dan sekitarnya yang berkapasitas 400 liter per detik. Namun kapasitas tersebut dianggap tidak mampu menunjang pengolahan untuk sanitasi ibu kota dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) yang pengembangannya akan dibantu oleh Japan International Corporation Agency (JICA) sebagai salah satu dari tiga proyek infrastruktur yang digarap.“Saat ini [pengolahan air limbah] yang ter cover baru 3%, dan pemerintah DKI ingin memperluas  penanganan limbah dengan membentuk IPALT karena itulah dibutuhkan peningkatan IPAL di Setia Budi menjadi 800 liter per detik,” ujar Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono, kemarin.IPAL di Setia Budi nantinya akan menjadi kawasan prioritas yang akan ditanami pipa penyaluran air limbah selain beberapa kawasan lainnya. Dimana aliran limbah tersebut akan terpusat di IPALT dengan lokasi pusat di Pluit, Jakarta Utara.Sasaran utama sistem pengolahan limbah tersebut ialah limbah domestik rumah tangga, industri perkotaan, mal, dan hotel dialirkan melalui pipa-pipa pengolahan limbah. Dengan target pemprov, pada 2030 sebanyak 30% air limbah di Jakarta bisa diolah dengan sistem yang diterapkan di lima zona itu.Menurut dia, proses saat ini telah proses tender telah selesai dilaksanakan. Adhi Karya merupakan kontraktor yang memenangkan tender tersebut dimana kontraknya akan dimulai pada September ini dengan sistem multiyears dua tahun.Selain instalasi pengolahan air limbah, dua proyek lain yang pembangunannya sedang dikerjasamakan antara Pemprov DKI Jakarta dan JICA ialah mass rapid transit (MRT), dan pengembangan kawasan prioritas metropolitan atau metropolitan priority area.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top